Wali Kota: Hindari Pulang Larut

341
ROAD SHOW: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan motivasi kepada siswa SMK Penerbangan, kemarin. (Humas for Rase)
ROAD SHOW: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan motivasi kepada siswa SMK Penerbangan, kemarin. (Humas for Rase)
ROAD SHOW: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan motivasi kepada siswa SMK Penerbangan, kemarin. (Humas for Rase)

SEMARANG – Aksi begal jalanan yang semakin marak terjadi di sejumlah daerah, temasuk Kota Semarang, menimbulkan kecemasan masyarakat ketika bepergian menggunakan kendaraan, utamanya saat malam hari.

Seperti yang dirasakan Widhi, siswa kelas 12 SMK Penerbangan. Keprihatinan dan rasa waswas tersebut diungkapkan Widhi di hadapan Wali Kota Semarang Hendrar, saat menggelar road show di sekolahnya, kemarin (9/3). ”Terus terang jadi wa-was melihat aksi begal akhir-akhir ini,” katanya.

Mendengar keluhan tersebut wali kota memberi saran para siswa jangan pulang terlalu malam. Mengingat aksi begal selama ini kebanyakan terjadi pada malam hari, di atas pukul 20.00. ”Usahakan pulang tepat waktu sampai rumah. Bila tidak bisa pulang jam segitu kabari orang tua atau orang yang ada di rumah, agar tidak waswas dan usahakan pulang sampai rumah jangan lebih jam 6 malam,” harapnya.

Terlepas dari kasus begal yang sering terjadi akhir-akhir ini, wali kota berharap kepada siswa-siswi SMK Penerbangan sebagai generasi muda yang memiliki potensi harus bisa mengelola dengan baik. Hal ini dimaksudkan sebagai daya saing di dunia kerja. Yang mana butuh personel-personel yang memiliki keahlian tertentu. ”Setelah lulus dari sini kalian bisa berwirausaha, melanjutkan kuliah yang lebih tinggi terserah, yang penting kalian harus memiliki nilai jual yang lebih tinggi dan berbeda dengan yang lain,” wali kota yang akrab disapa Hendi ini.

Sementara Kepala Sekolah SMK Penerbangan, Mukar menjelaskan, kualitas anak didik SMK Penerbangan tak kalah dengan SMK-SMK di Kota Semarang. Prestasi tahun demi tahu yang diraih ialah paskibra ditambah dengan ekstrakurikuler rebana, seni tari, pencak silat, dan bola voli. Tak hanya itu saja dari sisi pendidikan guru hampir 50 persen guru-gurunya sudah bergelar S2. (zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.