Jalan Rusak dan Pengairan Dikucuri Bangup Rp 23 M

337
JALAN RUSAK : Jalan Raya Depok yang sudah 5 tahun rusak, kondisinya kini semakin sulit dilalui karena banyak lubang. Rencananya akan diperbaiki tahun 2015 ini. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
JALAN RUSAK : Jalan Raya Depok yang sudah 5 tahun rusak, kondisinya kini semakin sulit dilalui karena banyak lubang. Rencananya akan diperbaiki tahun 2015 ini. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
JALAN RUSAK : Jalan Raya Depok yang sudah 5 tahun rusak, kondisinya kini semakin sulit dilalui karena banyak lubang. Rencananya akan diperbaiki tahun 2015 ini. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang, akhirnya memberikan prioritas terhadap pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi di tahun 2015 ini. Menyusul banyaknya protes dan demo warga terkait 452 titik jalan rusak dan buruknya irigasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga Pengelolaan Sumber Daya Air (BMPSDA) Kabupaten Batang, Ketut Mariadji. Menurutnya, Pemkab Batang telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 23 miliar khusus digunakan untuk perbaikan jalan dan irigasi. Dana ini bersumber dari pos Bantuan Gubernur (Bangub).

“Untuk menopang pembangunan Pasar Batang tahun 2015 dan 2016, seluruh SKPD mengalami pemangkasan anggaran. Khusus Bina Marga, pengurangannya mencapai 50 persen. Tahun lalu dianggarkan APBD Kabupaten Batang Rp 100 miliar, tahun ini tinggal Rp 50 miliar. Untungnya Bina Marga mendapatkan alokasi dari Bangub sekitar Rp 23 miliar untuk perbaikan jalan dan irigasi,” tandas Ketut, Selasa (10/3) kemarin.

Ketut mengatakan bahwa Pemprov Jateng sendiri saat ini sedang memberikan perhatian lebih, terhadap pembangunan infrastruktur jalan, khususnya jalur perbatasan yang menghubungkan dua kabupaten. Salah satunya pembangunan Jalan Bandar-Batur yang rusak. Tahun 2015 ini, akan dilakukan perbaikan dengan anggaran sebesar Rp 15 miliar.

“Beberapa proyek jalan lain yang akan diperbaiki, antara lain perbaikan jalan kabupaten di Jalan Yos Sudarso, Jalan Depok, serta empat proyek jalan senilai masing-masing Rp 1 miliar. Demikian juga Jalan Bandar-Tombo, Jalan Sendang-Batiombo, Jalan Batiombo-Wonosegoro, dan Jalan Sodong-Gringgingsari, akan diperbaiki tahun 2015 ini,” tegasnya.

Sebelumnya, beberapa masyarakat telah mengajukan protes terkait jalan rusak dan pengairan yang buruk. Rozikin,47, warga Desa Depok, Kecamatan Batang, mengungkapkan bahwa Jalan Ahmad Yani, Jalan Sigandu dan Jalan Depok, kalau musim hujan sulit dilalui. Rusaknya jalan ini sudah lebih dari 5 tahun, namun tak kunjung diperbaiki. Bahkan, sejak adanya banyak galian C liar dan proyek pembangunan PLTU, banyak jalan desa yang rusak, termasuk jalan raya yang menuju TPI Klidang Lor. “Kami heran, justru pembangunan pasar dan Alun-Alun Batang yang didahulukan,” ungkap Rozikin, saat ditemui di Jalan Desa Depok.

Hal serupa disampaikan oleh Pengurus Kelompok Tani Mekar Makmur, Kecamatan Limbung, Mashudi. Menurutnya, banyak sawah potensial tidak dapat dikelola dengan baik, lantaran irigasi banyak yang telah rusak. “Sawah di tepi Sungai Limpung banyak tidak teraliri air dan hanya mengandalkan air hujan. Karena irigasi dari air sungai ke sawah rusak. Saya harap, irigasi diperhatikan, tidak hanya Pasar Batang yang dibangun,” ujar Mashudi. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.