Padukan Kearifan Lokal dan Modern

589
SANTAI : The Sidji Hotel sering dikunjungi warga Pekalongan yang sudah lama menetap di luar kota untuk bernostalgia. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
SANTAI : The Sidji Hotel sering dikunjungi warga Pekalongan yang sudah lama menetap di luar kota untuk bernostalgia. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
SANTAI : The Sidji Hotel sering dikunjungi warga Pekalongan yang sudah lama menetap di luar kota untuk bernostalgia. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Mengusung konsep unik, modern dan klasik dengan aroma Tionghoa, The Sidji Hotel turut meramaikan bisnis yang sedang bergeliat Kota Pekalongan. Hotel bintang empat yang berada di lokasi strategis, jalur Jakarta-Semarang ini, tepatnya di Jalan dr Cipto Pekalongan, akan segera melakukan soft opening.

General Manager The Sidji Hotel, Ivan Andries, 42, mengungkapkan bahwa keberadaan The Sidji Hotel di Kota Pekalongan adalah sebagai bentuk partisipasi mengembalikan kota batik menjadi destinasi wisata, baik untuk kepentingan bisnis maupun liburan.

“Lokasi strategis di tengah jalur pantura Jakarta-Semarang merupakan titik lelah perjalanan, menjadi alasan mendasar pembangunan The Sidji Hotel. Sehingga dibangun dengan arsitektur dan konsep modern sekaligus klasik,” tuturnya.

Menurutnya, ada dua bagian bangunan. Di sisi belakang, terdapat bangunan lima lantai berisikan lebih dari 84 kamar, yang setiap kamarnya dirancang dengan sentuhan modern, namun mempertahankan unsur tradisional. Dilengkapi berbagai fasilitas, di antaranya executive lounge, ruang rapat, ballroom, spa, kolam renang, dan restoran. Di sepanjang koridor lantai juga terdapat banyak pajangan batik dan hasil kerajinan lokal Pekalongan.

Di sisi depan, hotel ini tetap memfungsikan rumah tua berarsitektur khas Kota Pekalongan dengan sentuhan Tionghoa. Hal ini sesuai dengan anjuran Pemkot Pekalongan untuk mengoptimalkan bangunan kuno dan mendayagunakan peninggalan sejarah. “Ini sebagai bagian dari kampanye pelestarian banguan bersejarah,” katanya.

Karena itulah, tuturnya, hampir sebagian besar ornamen di hotel tersebut merupakan barang-barang kuno milik pemilik hotel. Semuanya dipajang mulai dari lobi hotel sampai restoran. Mulai dari piring kuno, buku-buku kuno dan barang-barang antik lainnya. Bahkan, beberapa pengunjung banyak yang selfi di berbagai sudut hotel, karena menarik dan unik.

“Saat ini, belum kami keluarkan semua hiasan antiknya. Masih me nunggu pembangunan selesai total. Karena sebagian besar memang barang antik dan rawan rusak,” beber Ivan semangat. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.