Rutin Kenalkan Potensi Alam Kabupaten Pekalongan

1279
RUTIN TRABAS : Anggota Komunitas Pexxat saat sedang menaklukkan medan yang menantang di sekitar wilayah Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
RUTIN TRABAS : Anggota Komunitas Pexxat saat sedang menaklukkan medan yang menantang di sekitar wilayah Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)
RUTIN TRABAS : Anggota Komunitas Pexxat saat sedang menaklukkan medan yang menantang di sekitar wilayah Kabupaten Pekalongan, beberapa waktu lalu. (FAIZ URHANUL HILAL/RADAR SEMARANG)

Pekalongan Kajen Adventure Trail atau Pexxat merupakan wadah para penggila motor trail di Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya. Komunitas ini menjunjung tinggi nilai luhur budaya bangsa. Bahkan, event trabas yang rutin dilakukan dijadikan sarana mengenalkan potensi daerah. Seperti apa?

FAIZ URHANUL HILAL, Kajen

Bagi para penggila olah raga ekstrim motor trail, kegiatan trabas merupakan hal yang menyimpan kepuasan tersendiri. Melewati medan berliku di perbukitan, tebing, serta berjibaku dengan lumpur di pedalaman hutan, sudah hal yang lumrah dilakukan. Bahkan kegigihan menaklukkan medan menantang tersebut, selalu membuat ketagihan. Terutama kehangatan yang terjalin sesama anggota dalam latihan maupun pecinta trail dari berbagai daerah. Terutama dalam event tahunan trabas atau trail adventure.

Wakil Ketua Pexxat, Damanhuri, mengaku yang membuat ketagihan saat trabas adalah suasana hangat yang terjalin sesama pecinta trail. Atau bisa disebut dengan ungkapan kunthengan yang berarti rukun dadi entheng (rukun membuat hidup jadi lebih ringan, red).

“Trabas adalah olahraga menantang dengan biaya murah. Saya biasanya hanya habis Rp 50 ribu. Untuk bensin sekarang Rp 30 ribu, lain-lain biasanya kunthengan, bareng-bareng sama teman-teman,” ungkapnya ringan kepada Radar Semarang.

Damanhuri memaparkan bahwa komunitas yang berdiri pada 2009 tersebut, berawal dari menyatukan masyarakat pecinta trail di berbagai daerah di Kabupaten Pekalongan. “Kami berkumpul dan akhirnya sepakat mendirikan komunitas. Anggotanya, dari Kajen sendiri ada sekitar 300 orang,” ungkapnya.

Damanhuri yang juga anggota Polres Pekalongan itu mengungkapkan, rutin melakukan trabas (untuk latihan) setiap hari Minggu dengan lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Pekalongan. Latihan rutin tersebut biasanya diikuti 60 hingga 70 orang. “Saat trabas, kami selalu membawa perlengkapan keamanan atau savety. Harapannya, kalaupun jatuh, tetap dalam kondisi aman,” tuturnya.

Dijelaskan, karena trabas tujuannya untuk menaklukkan medan, kebanyakan peserta mengalami jatuh dari motor. Biasanya kalau ada yang jatuh justru disoraki sampai yang jatuh itu meminta tolong, baru dikasih bantuan. “Kalau belum minta tolong ya tidak ditolong, karena menaklukkan medan merupakan kepuasan tersendiri,” bebernya sembari tertawa.

Komunitas yang berkantor di sekretariat Jalan Raya Pahlawan, Desa Gejlig Kecamatan Kajen tersebut sudah lima kali menyelenggarakan event trabas berskala nasional. Dalam waktu dekat, perhelatan Kajen Trail Adventure 2015 juga bakal digelar. Yakni pada Minggu, 26 April 2015 mendatang.

Kegiatan rutin dengan hadiah utama satu unit mobil tersebut, beber Damanhuri, menempuh jarak 80 km dengan rute dari Alun-Alun Kajen, hutan karet, pinus, jati, perbukitan, tebing, sungai dan lumpur di Kecamatan Kandangserang, Kesesi dan kembali ke Alun-Alun Kajen. “Kami sudah survei. Ada dua jalur, ekstrim dan untuk fan. Waktu tempuh kurang lebih empat jam. Semua peserta kami asuransikan di IMI (Ikatan Motor Indonesia),” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara Pexxat, H Badius menambahkan bahwa para anggota komunitas Pexxat berasal dari berbagai kalangan seperti wiraswasta, TNI, Polri dan PNS. Dalam event April mendatang, pihaknya mengusung misi pengenalan potensi wisata Kabupaten Pekalongan ke daerah lain di Indonesia. Seperti memperkenalkan keindahan alam Kajen kepada masyarakat, membantu menyalurkan olahraga otomotif khususnya trail ke arah positif, menanamkan rasa percaya diri serta disiplin untuk tertib berlalu lintas. “Seperti event-event tahun sebelumnya, tahun kemarin ada peserta dari Kalimantan. Semoga acaranya sukses, untuk kegiatan ke depan,” imbuhnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.