Unas Online, Hanya 4 Sekolah

349

KAJEN-Dari 49 SMA/SMK di Kabupaten Pekalongan, hanya empat sekolah yang mendapatkan rekomendasi melaksanakan Ujian Nasional (Unas) dengan sistem Computer Based Test (CBT) atau online. Adalah SMA Kedungwuni, SMK Sragi, SMK Muhammadiyah Kajen dan SMK Kedungwuni.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Umaidi mengatakan bahwa Unas online pada tahun ajaran 2014/2015 masih kategori ujicoba sebelum dilaksanakan secara serentak dalam skala nasional pada tahun ajaran selanjutnya. “Unas dengan komputer ini membutuhkan kesiapan dari pihak sekolah terkait sarana dan prasarana,” terangnya saat ditemui Radar Semarang, Selasa (10/3) kemarin.

Dari 49 sekolah yang terdiri atas 18 SMA dan 31 SMK di Kabupaten Pekalongan, kata Umaidi, pihaknya telah mengusulkan 6 sekolah untuk Unas online. “Namun setelah diverifikasi oleh pemerintah pusat, hanya empat sekolah yang mendapatkan rekomendasi,” jelasnya.

Sejumlah persyaratan program Unas online tersebut di antaranya, minimal sekolah memiliki laboratorium komputer dengan perbandingan jumlah 1:3 (satu komputer untuk tiga siswa), memiliki komputer dengan spesifikasi Windows 7 dan server yang memadai. Selain itu, harus memiliki tenaga listrik cadangan (genset) untuk menanggulangi sewaktu-waktu listrik padam ketika pelaksanaan ujian. “Dua sekolah yang kami ajukan, namun belum mendapat reomendasi adalah SMA Muhammadiyah Bligo dan SMA Kajen,” imbuhnya.

Terkait pelaksanaan Unas online, papar Umaidi, sistem baru pada 2014/2015 tersebut mempunyai kesamaan dengan sistem sebelumnya tahun 2013/2014. Seperti pemetaan, masih menggunakan mutu program atau satuan pendidikan. Kemudian dasar seleksi masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi serta pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan.

Dalam hal pengawasan, masih dilakukan oleh guru secara penuh dengan sistem silang antar sekolah. “Bedanya, dulu pengawas oleh perguruan tinggi dan naskah dikawal oleh polisi, sekarang tidak,” jelasnya.

Terpenting, katanya, Unas bukan penentu kelulusan siswa. Pertimbangannya, pencapaian pendidikan itu melalui proses kemampuan kognitif, psikomotorik, afektif. Makanya, kelulusan siswa ditentukan oleh sekolah. “Untuk menentukan kelulusan, tidak hanya menggunakan kemampuan kognitif. Namun dengan sistem komputer agar bisa langsung diketahui,” jelasnya.

Ditambahkan dia, Unas online tersebut bakal dilaksanakan serentak pada tahun ajaran 2015/2016. “Nantinya siswa bisa ujian tidak hanya sekali. Tetapi wajib mengikuti minimal sekali. Hal itu dipergunakan untuk memeperbaiki pencapaian standar siswa. Dimaksudkan untuk melakukan pendaftaran di perguruan tinggi,” ungkapnya.

Terkait persiapan pelaksanaan Unas, kata Umaidi, Prosedur Operasional Sistem (POS) untuk tahun ajaran 2014/2015 belum turun. Sehingga pihaknya masih menggunakan POS tahun sebelumnya. (hil/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.