16 Balita Terinfeksi HIV/AIDS

494
RUTIN VCT : Pekerja Seks Komersial (PSK) Pantura Kabupaten Batang sebagian rutin melakukan Visit Control Test (VCT) untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
RUTIN VCT : Pekerja Seks Komersial (PSK) Pantura Kabupaten Batang sebagian rutin melakukan Visit Control Test (VCT) untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
RUTIN VCT : Pekerja Seks Komersial (PSK) Pantura Kabupaten Batang sebagian rutin melakukan Visit Control Test (VCT) untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Suburnya bisnis hiburan malam, protitusi, serta lemahnya penegakan Perda Prostitusi di Kabupaten Batang, mengakibatkan jumlah penderita HIV/AIDS mengalami peningkatan drastis. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Batang, saat ini ada 494 penderita HIV/AIDS. Sedangkan sejak Januari hingga Februari 2015, pertambahannya 27 orang menderita HIV/AIDS. Sedangkan bulan Maret ini, sudah ditemukan 7 orang penderita.

Dari 494 penderita, 216 di antaranya adalah PSK dan 70 orang ibu rumah tangga. Dari 494 penderita HIV/AIDS, 350 penderita HIV/AIDS adalah penduduk asli Kabupaten Batang yang penyebarannya ada di seluruh kecamatan di Kabupaten Batang. Usia penderita didominasi adalah antara 19 hingga 45 tahun. Yang lebih mencengangkan adalah 16 balita terinfeksi HIV/AIDS.

Meningkatnya jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Batang, kata Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Dinkes Kabupaten Batang, Agus Dwi Priyanto, lebih disebabkan pemeriksaan terhadap warga berisiko HIV/AIDS lebih luas, jika dibanding pada tahun sebelumnya. Sehingga tahun 2014 lalu, pemeriksaan penderita HIV/AIDS hanya di lokalisasi saja dan hanya ditemukan 152 kasus. Namun pada tahun 2015 ini, petugas Dinkes terjun ke semua komunitas, seperti komunitas sopir, perusahaan, kafe maupun tempat karaoke. Bahkan beberapa puskesmas pun turut aktif melayani penderita HIV/AIDS.

“Penderita HIV/AIDS didominasi kaum perempuan. Perbandingannya adalah 65:35 persen. Setiap tahunnya cenderung mengalami peningkatan,” kata Agus, Rabu (11/3) siang kemarin.

Menurut Agus, untuk pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Batang, Dinkes bersama dengan KPAI dan LSM Forum Komunikasi Peduli Batang melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat sekaligus dilanjutkan dengan tes Visit Control Test (VCT).

Menurutnya, setiap ibu hamil dianjurkan tes HIV/AIDS, jika positif bisa ditindaklanjuti dengan pengobatan selama 6 bulan, agar bayi yang dikandung tidak ikut terinfeksi. Jika tidak dilakukan pengobatan, maka saat melahirkan harus melalui cesar dan ibu yang terinfeksi tidak diperbolehkan memberikan ASI kepada balita.

“Dinkes sendiri memberikan pengobatan terhadap para warga yang terinfeksi. Hingga saat ini, sudah ada 5 puskesmas yang melayani pengobatan tersebut, yakni Puskesmas Batang II, Subah, Gringsing I, Banyuputih dan Bandar serta RSUD Batang dan RS QIM,” tandas Agus. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.