Ganggu Akses, Keberadaan Bengkel Mobil Disoal

515
GANGGU AKSES: Truk yang dibengkelkan terlihat menutup jalan. (JPNN)
GANGGU AKSES: Truk yang dibengkelkan terlihat menutup jalan. (JPNN)
GANGGU AKSES: Truk yang dibengkelkan terlihat menutup jalan. (JPNN)

SEMARANG – Keberadaan bengkel truk di kompleks perumahan Puri Anjasmoro Blok I-1 masih terus menjadi keresahan warga sekitar. Meski pemilik bengkel telah membuat pernyataan tidak beroperasi lagi, tapi pada kenyataannya hingga kini bengkel tersebut masih beroperasi. Terlebih aktivitas bengkel tersebut juga menutup akses jalan di sekitarnya.

Kontan saja warga sekitar yang terganggu dengan aktivitas peebengkelan tersebut merespons aktif. Yakni dengan dengan membuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh puluhan warga. Surat itu nantinya akan dilayangkan ke Wali Kota Hendrar Prihadi. ”Bengkelnya masih beroperasi. Kemarin saya lihat ada truk yang dikerjakan di jalan. Ada beberapa truk yang menutup jalan,” ujar seorang warga berinisial St yang meminta namanya tidak dikorankan, Rabu (11/3).

Dikatakannya, tidak adanya lahan parkir khusus di bengkel tersebut membuat truk yang dibengkelkan diparkir di pinggir jalan. Otomatis aktivitas warga terganggu. Tidak hanya itu, aktivitas di bengkel tersebut juga diduga mencemarkan lingkungan sekitar. Pasalnya limbah oli dari bengkel dibuang ke saluran sekitar. Selain limbah oli, potongan-potongan besi juga dibuang di sekitar lokasi hingga lingkungan terkesan kumuh. ”Warga merasa tidak nyaman, apalagi jalan kadang terturup truk. Jadi kepentingan umum terganggu,” terang warga lainnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo, mengatakan bengkel truk tersebut tidak memiliki izin HO. Pihaknya juga sudah memanggil pemilik bengkel untuk membuat surat pernyataan yang berisi tidak akan melakukan aktivitas perbengkelan hingga izin HO dimiliki. ”Kami pastikan tidak ada izin HO untuk bengkel itu. Kami sudah panggil pemiliknya,” katanya.

Endro menegaskan pihaknya akan menindak tegas pemilik bengkel apabila laporan masyarakat yang mengatakan bengkel masih beroperasi tersebut terbukti. ”Sudah membuat pernyataan, kalau tidak ditaati pasti kami tindak. Untuk aduan masyarakat, anggota akan cek ke sana. Kalau benar ada aktivitas pasti kami segel,” tegasnya. (har/jpnn/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.