Hobi yang Dibayar

522
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

”INI bukan cita-cita saya, bahkan saya tidak pernah membayangkan sebelumnya akan menjadi seorang make up artist seperti ini,” ungkap Olga Agradia Dewayanti kepada Radar Semarang kemarin.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi dan Bisnis jurusan Manajemen Unika Soegijapranata Semarang ini sejak tiga tahun terakhir menggeluti profesi sebagai perias wajah. Ia biasa mengubah wajah seseorang menjadi karakter lain.

Gadis cantik kelahiran Semarang 21 tahun silam ini mengatakan, teknik-teknik khusus sangat diperlukan untuk mengetahui karakter wajah setiap individu, yang mentransformasikannya menjadi lebih menarik dan enak dipandang. Karena keahliannya itu, gadis yang suka menyanyi ini dikenal sebagai make up artist di Kota Atlas.

Dari profesinya menjadi make up artist, Olga mampu membiayai kuliahnya yang ditargetkan selesai tahun ini. Selain itu, ia juga mampu membiayai kuliah adik, serta membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

”Masih banyak yang meremehkan profesi ini, karena sekilas seperti pekerjaan yang biasa. Tapi Alhamdulillah, dari yang awalnya hobi, kini bisa mendatangkan pendapatan,” ungkap Olga.

Olga mengaku ketertarikannya pada seni rias wajah bermula saat ia mempelajari teknik-teknik merias melalui tutorial di Youtube. Sampai akhirnya, make up artist dengan aliran natural dan glam ini sering menjadi make up direction, membuat tutorial make up dan membuka pelatihan atau seminar untuk menjadi make up artist.

”Kalau sudah menemukan hobi, buat hobi itu menjadi pekerjaan. Karena kita tidak akan pernah capek dalam melakukannya,” ujar gadis yang juga pernah menggeluti dunia fotografi ini.

Meski sibuk sebagai make up artist, bagi Olga kuliah tetap menjadi prioritas. Jadwal untuk make up ataupun memberikan materi dalam berbagai pelatihan, harus menyesuaikan dengan waktu kuliah. ”Kaum wanita itu harus berpendidikan. Karena itu akan menjadi kebanggaan sendiri. Ini yang menjadi alasan kenapa saya lebih mementingkan kuliah,” kata mantan penyiar radio ini.

Ke depan, Olga punya obsesi bisa menjadi orang sukses dari profesinya ini. Karena, menurutnya, sukses itu sudah pasti kaya, tapi kaya belum tentu sukses. (mg23/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.