Kades Doreng Korupsi Rp 496 Juta

507

DEMAK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak menahan Kepala Desa Doreng, Kecamatan Wonosalam, Kani, 48. Ia dijebloskan ke penjara atas dugaan korupsi dana APBDes 2012-2014 senilai Rp 469 juta.

Kajari Demak, Nur Asiyah SH melalui Kasi Pidana Khusus (Pidsus), Dody SH mengatakan, penahanan dilakukan karena dikhawatirkan tersangka melarikan diri. Sebab, info yang diterima kejaksaan, meski masih menjadi kades aktif, namun Kani diduga sudah jarang bertempat di desanya. Apalagi, rumah dan tanahnya juga sudah dijual. “Karena itu, kami akhirnya melakukan penahanan. Untuk sementara dititipkan di Rumah Tahanan (Rutan) Demak,” katanya, kemarin.

Dody menambahkan, kejaksaan sebelumnya sudah mengajukan izin pemeriksaan terjadap Kades Kani ke Pemkab Demak. Namun, hingga kini belum ada jawaban. Karena takut melarikan diri, maka kejaksaan tetap melakukan penahan. Tersangka sejak menjadi kades sudah kerap meminjam uang hasil lelang bondo deso melalui bendahara desa. Karena dimintai kades, bendahara tidak bisa mengelak. Sebab, kades mengaku siap bertanggungjawab. Namun, pinjaman uang tersebut tetap dilengkapi dengan kwitansi. “Kwitansi itu menjadi barang bukti yang kami amankan. Sebelumnya, tersangka mengambil uang desa antara Rp 5 juta hingga 25 juta secara bertahap sehingga terkumpul senilai Rp 469.132.000,” imbuhnya.

Menurutnya, tersangka mengaku punya banyak hutang. Tidak diketahui pasti, apakah kades hutang karena untuk pilkades atau ada urusan lainnya. “Yang jelas, dia pinjam uang desa untuk membayar hutang pribadi. Dia bilang ada juga yang dipakai untuk kegiatan desa dan dikembalikan ke desa. Tapi, dia tidak bisa menunjukkan buktinya dan rinciannya. Dia mengaku bersalah dan sadar telah meminjam uang desa itu,”tambahnya.

Dari penelusuran kejaksaan, aset tanah miliknya sudah dijual. Bahkan, satu bidang tanah miliknya dijual ke beberapa orang. Menurut Dody SH, penahanan dilakukan selama 20 hari untuk melengkapi berkas penyidikan. “Sebelumnya, pengacaranya minta adanya penangguhan. Tapi, tidak bisa karena kita khawatir dia lari,”imbuhnya. (hib/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.