Minta Tanggul Sungai Kaliwungu Ditinggikan

350

KENDAL – Banjir yang terjadi akhir pekan lalu di Kaliwungu membuat warga Kaliwungu resah. Pasalnya, hingga kini belum ada penanggulangan dari pemerintah akan sungai di sepanjang Kaliwungu untuk dinormalisasi. Diketahui banjir yang terjadi di Kecamatan Kaliwungu memang baru sekali terjadi. Hal itu akibat meluapnya air di wilayah pemukiman yakni sungai Proto Desa Protomulyo, Plantaran, Kutoharjo, dan Krajan Kulon. Banjir bahkan mencapai 1,5 meter yang mengakibatkan 10 rumah diantaranya rusak parah.

Kusnaningsih, 45, warga Desa Kutoharjo mengatakan, akibat banjir bandang rumahnya mengalami rusak parah pada bagiaan dapur. Bahkan luapan air dari sengai yang berada di samping rumahnya menjebol tembok, sehingga air masuk ke dalam rumahnya.

Setelah peristiwa itu, janda yang hidup bersama satu putrinya itu tidak bisa berbuat banyak. Renovasi rumahnya dibantu melalui swadaya para tetangga. Bahkan, hingga kemarin Kusnaningsih masih mengungsi di salah satu rumah perangkat desa setempat. “Rumah masih berantakan, meskipun tembok yang jebol sudah diperbaiki. Tapi untuk dapur tidak dibangun, jadi digabung dengan ruang lain. Rumah bertambah sempit. Saya dengan anak saya masing mengungsi di rumah tokoh desa,” katanya, Rabu (11/3).

Ia mengaku masih trauma dengan bencana tersebut. Sebab, tanggul sungai masih belum ditinggikan, padahal hujan masih terus mengguyur wilayah Kecamatan Kaliwungu. “Masih takut, khawatir kalau banjir datang lagi. Saya di rumah juga hanya bersama anak saya yang juga perempuan,” lanjutnya.

Selain itu, banjir bandang dikhawatirkan akan menjadi bencana tahunan jika tidak segera ditanggulangi. Menurutnya, hidup tidak lagi nyaman jika terus dibayangi bencana. “Dari dulu Kaliwungu adalah daerah yang aman dari bencana. Kami menduga, bencana ini karena adanya kerusakan alam, kalau itu dibiarkan bisa jadi menjadi bencana musiman, dan itu membuat kami khawatir,” tambahnya.

Kusnaningsih berharap, Pemerintah Kabupaten Kendal dapat segera mengambil langkah terkait penanggulangan bencana di Kecamatan Kaliwungu. Terutama pembangunan talud dan tanggu darurat bencana. “Selain itu sungai secepatnya di normalisasi agar endapan sedimentasi yang tinggi bisa berkurang dan warga nyaman,” harapnya.

Camat Kaliwungu, Bambang Ghiri Dwipragito mengatakan penyebab utama bencana tersebut adalah kerusakan alam, yang diperkirakan maraknya Galian C dan pembangunan perumahan. Penyebab lain adalah kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama membuang sampah sembarangan ke sungai.

Dijelaskannya, pertama kali yang akan dilakukan adalah mengajukan anggaran perbaikan tanggul senderan Sungai Protomulyo sekaligus bantuan untuk para korban terutama bagi warga yang rumahnya rusak parah. Pihaknya juga akan mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Kendal untuk memperketat regulasi dan pengendalian ijin pengelolaan daerah atas galian c dan pembangunan perumahan.

“Baru kali ini Kaliwungu dilanda banjir. Dulu tidak pernah ada. Kami memperkirakan ada kerusakan alam yang diakibatkan galin c dan pembangunan perumahan. Hal ini mesti diatur dan dikendalikan,” katanya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.