Ombak Tinggi, Aktivitas TPI Sepi

365
BUTUH PERHATIAN: Para nelayan di Tambak Lorok terpaksa hanya mengolah ikan asin untuk menyambung hidup, lantaran hasil tangkapan yang sepi. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
BUTUH PERHATIAN: Para nelayan di Tambak Lorok terpaksa hanya mengolah ikan asin untuk menyambung hidup, lantaran hasil tangkapan yang sepi. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
BUTUH PERHATIAN: Para nelayan di Tambak Lorok terpaksa hanya mengolah ikan asin untuk menyambung hidup, lantaran hasil tangkapan yang sepi. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Gelombang laut yang masih tinggi akhir-akhir ini membuat hasil tangkapan nelayan merosot tajam. Praktis, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) nyaris tanpa aktivatas. Para penangkap ikan memilih menjual ikan yang jumlahnya tidak seberapa ke pedagang pasar.

“Kalau langsung jual di pasar malah lebih mahal. Tengiri misalnya, penjual di pasar berani membayar Rp 35 ribu per kg. Kalau di tempat pelalangan paling cuma laku Rp 30 ribuan,” kata Supandi, salah satu nelayan di Tambak Lorok.

Ditambahkan, hasil tangkapan selama hampir sebulan belakangan cukup jeblok. Rata-rata, satu kapal hanya mampu membawa sekitar 10-15 kg saja. Padahal, ketika cuaca bagus, mereka bisa menangkap hingga 30-40 kg.

Senada, Dalipah salah satu pengepul di TPI Tambak Lorok. Dia menjelaskan, sepekan sebelumnya, hanya ada satu atau dua kapal yang bongkar muatan dan melakukan lelang ikan sehingga jumlah produksi ikan yang sebelumnya mencapai 10 ribu kg, turun menjadi 700 kg. Jumlah itu, diprediksi akan kembali normal ketipa kapal-kapal nelayan yang beberapa bulan melaut mulai berlabuh. “Ketika tangkapan nelayan harian merosot, biasanya kapal yang melaut bulanan bisa membantu produksi ikan di sini.

Sementara itu, Nur Rahman, nelayan lain mengaku terpaksa tidak melaut lantara kondisi perairan di Laut Jawa masih jelek. Misal nekat melaut, hasil tangkapan hanya bisa menutup biaya operasional. Untuk mengisi waktu luangnya, dia mengolah ikan-ikan kecil yang telah ditangkap untuk dijadikan ikan asin. “Sambil menunggu gelombang laut surut, biasanya membantu istri menjemur ikan-ikan kecil untuk dibuatikan asin. Kalau masih ada waktu sisa, ya menyiapkan akomodasi melaut,” tegasnya. (amh/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.