Pemkot Libatkan Pengusaha Kapal

356
SIDAK : Wakil Wali Kota, Alf Arslan Junaid, bersama kolega mengecek kesiapan Galangan Kapal Barokah Marine untuk proyek pembuatan kapal Pemkot Pekalongan. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
SIDAK : Wakil Wali Kota, Alf Arslan Junaid, bersama kolega mengecek kesiapan Galangan Kapal Barokah Marine untuk proyek pembuatan kapal Pemkot Pekalongan. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)
SIDAK : Wakil Wali Kota, Alf Arslan Junaid, bersama kolega mengecek kesiapan Galangan Kapal Barokah Marine untuk proyek pembuatan kapal Pemkot Pekalongan. (LUTFI HANAFI/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Wujudkan Program Poros Maritim yang dicanangkan Presiden Jokowi dan proyek Minapolitan yang berkerjasama dengan Provinsi Jawa Tengah, Pemkot Pekalongan libatkan para pengusaha galangan kapal.

“Kami juga berkeinginan selain Pekalongan menjadi Kota Batik, bisa menjadi Kota Maritim, tentunya dengan dukungan pengusaha,” kata Wakil Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Junaid bersama berbagai pihak saat mengunjungi perusahan galangan kapal Barokah Marine, di Kawasan Industri Slamaran di Kecamatan Pekalongan Utara, Rabu (11/3) kemarin.

Menurunya, Kota Pekalongan memiliki panjang pantai kurang lebih 9 km. Dan Pantai Slamaran dijadikan pusat bisnis dan wisata. Pemkot sudah bekerjasama dengan Ancol Jakarta untuk mewujudkannya. “Jika jadi kota maritim, semuanya akan berkembang, mulai dari wisata, kuliner, dan aneka usaha lainnya termasuk perkapalan,” kata Alex.

Apalagi, imbuhnya, PLTU Batang yang akan segera dibangun. Dia meyakini, akan memiliki efek domino luar biasa. “Banyak industri akan berkembang di Kota Pekalongan,” tuturnya.

Selain itu, Alex juga mengecek kesiapan galangan kapal terkait lelang kapal keruk orderan dari Pemkot Pekalongan. “Kami harus dukung putra daerah. Semoga galangan kapal ini bisa memenuhi persyaratan yang kami inginkan,” kata Alex sambil mengajak Barokah Marine turut dalam promo Indrustri Kreatif (1- 5/4) mendatang perayaan HUT Kota Pekalongan ke-109.

Sementara itu, pemilik usaha Barokah Marine, Agus mengungkapkan bahwa industri kapal melibatkan banyak industri lain. Di antaranya, pemenuhan bahan baku dan melibatkan banyak tenaga kerja. “Semakin maju indsutri, masyarakat juga akan terangkat ekonominya,” ucap Agus.

Saat ini, kata agus, pihaknya tidak hanya membuat kapal angkut barang atau niaga, juga buat kapal angkutan penumpang dan penangkap ikan. “Harapan kami, dimudahkan izin pengembangan. Apalagi masih banyak lahan bisa dipakai untuk usaha, selain galangan kapal juga usaha maritim lain. Sehingga kota maritim mudah terwujud,” terangnya. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.