Reses Dewan Telan Rp 1,5 Miliar

370

SEMARANG – Anggota DPRD Jateng dijadwalkan bakal reses untuk menyerap asipirasi di dapil masing-masing mulai 16 sampai 21 Maret mendatang. Untuk reses itu, setidaknya bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,512 miliar. Rinciannya, untuk anggaran lungsum sebesar Rp 222 juta (Rp 2,22 juta per anggota dewan), anggaran representasi Rp 90 juta (Rp 900 ribu per anggota dewan) serta anggaran konsumsi Rp 1,2 miliar.

Sekretaris DPRD Jateng Indra Surya mengatakan, dalam reses itu masing-masing anggota dewan memperoleh anggaran konsumsi sebesar Rp 12 juta. Dana itu untuk 600 konstituennya di daerah pemilihan masing-masing. Selain itu juga ada anggaran sewa gedung, sound system serta penggandaan materi reses. ”Untuk reses, semua anggota dewan mendapatkan jatah sama. Tidak ada yang berbeda,” katanya.

Ia menambahkan, reses sesuai dengan PP Nomor 24 Tahun 2010. Anggota dewan juga harus mempertanggungjawabkan dana yang digunakan untuk reses. Dalam reses, dewan menyerap aspirasi rakyat di daerah pemilihan masing-masing. ”Ini reses untuk pertama kali di tahun 2015. Sesuai jadwal reses bakal dilakukan tiga kali dalam satu tahun,” imbuhnya.

Untuk pendampingan langsung dilakukan staf ahli dan sekretariat DPRD. Sementara untuk pengawasan, dilakukan pihak eksternal dari BPK dan BPKP sementara internal dari inspektorat. Anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan, reses merupakan kewajiban bagi setiap anggota dewan. Reses itu sarana menyerap aspirasi rakyat.

Politisi Gerindra ini menambahkan, reses harus dimanfaatkan dengan baik. Dengan hanya waktu enam hari, diakui mustahil bisa menyerap aspirasi semua konstituen. Ia pun mengaku kerap menyempatkan waktu ke dapilnya, dan tidak harus menunggu waktu reses. ”Saya kira untuk menyerap aspirasi tidak hanya reses. Dewan ya harus turun ke lapangan, tugasnya itu. Agar bisa mengetahui kondisi riil di lapangan,” tambahnya. (fth/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.