Ribuan Perangkat Desa dan Kades Geruduk Bupati

372
DUDUKI RUMAH DINAS : Ribuan perangkat desa dan kepala desa se-Kabupaten Batang, mendatangi Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Alun Alun Batang, Rabu (11/3) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
DUDUKI RUMAH DINAS : Ribuan perangkat desa dan kepala desa se-Kabupaten Batang, mendatangi Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Alun Alun Batang, Rabu (11/3) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
DUDUKI RUMAH DINAS : Ribuan perangkat desa dan kepala desa se-Kabupaten Batang, mendatangi Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Alun Alun Batang, Rabu (11/3) siang kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Ribuan perangkat desa dan kepala desa (Kades) se-Kabupaten Batang, menggeruduk Bupati Batang, Yoyok Rio Sudibyo, di Pendopo Rumah Dinas Bupati Alun Alun Batang, Rabu (11/3) siang kemarin. Mereka menuntut agar Bupati Yoyok segera mencairkan uang penghasilan tetap (Siltap) tahun 2015 bagi perangkat desa dan kades untuk bulan Januari dan Februari 2015.

Aksi unjukrasa tersebut dilakukan lantaran Bupati Yoyok, tidak segera menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) tentang Siltap tahun 2015 bagi perangkat desa dan kades. Padahal para perangkat desa dan kades, sudah bekerja sejak Januari lalu.

Ketua Persatuan Perangkat Desa Republik Indonesia (PPDRI) Kabupaten Batang, Karnoto, mengungkapkan bahwa semula para perangkat desa dan kades merasa penerbitan perbup dipersulit oleh dewan. Namun setelah ditelusuri, ternyata belum ditandatangani oleh Bupati Yoyok.

“Rencananya, bulan Maret ini akan ditandatangani bupati. Tapi cairnya mulai April. Padahal seharusnya pencairannya mulai Januari 2015. Harusnya bupati sudah menandatangani Perbup Siltap tersebut sejak Desember. Karena ini adalah hak dari kades dan perangkat desa,” kata Karnoto yang kesal dan emosi.

Karnoto mengancam, jika Perbup Siltap 2015 tidak segera ditandatangani dan Bupati Yoyok tidak segera mencairkan dana Siltap tersebut, PPDRI akan berunjuk rasa lagi dengan mengerahkan ribuan massa untuk mendesak pencairan Siltap.

“Selama ini, penghasilan tetap kades dan perangkat desa di bawah UMR. Namun, setelah kades dan perangkat desa berulangkali unjuk rasa, Bupati Yoyok akhirnya bersedia menaikkan penghasilan tetap para kades dan perangkat desa mulai awal 2015 ini,” katanya.

Adapun besaran Siltap, katanya, perangkat desa Rp 1,3 juta, sekretaris desa Rp 1,5 juta, dan kepala desa Rp 2 juta. “Kami mengharapkan Perbup Siltap 2015 bisa segera selesai dan ‎pencairannya dirapel dari Januari,” kata Karnoto.

Wakil Ketua DPRD Batang, Nur Untung Slamet, menandaskan bahwa Kabag Pemerintahan Pemkab Batang tidak menjelaskan secara rinci, sehingga usulan Perbup tersebut tidak segera ditandatangani. “Apakah Siltap itu sama dengan tunjangan atau penghasilan. Kalau tunjangan, cairnya setelah Perbup ditandatangani, bila penghasilan berarti sesuai tahun anggaran,” tandas Untung.

Untung menegaskan bahwa DPRD tidak mungkin menghalang-halangi atau menjegal kehendak masyarakat. “‎Kami tidak bermaksud menjegal atau menghalangi Perbup Siltap. Segera Perbup ditandatangani untuk disyahkan, Bupati bisa segera mencairkan Siltap 2015 tersebut,” tegas Untung.

Menanggapi hal itu, Bupati Yoyok menuturkan bahwa pihaknya mendukung aspirasi para perangkat desa dan kades tersebut. “Saya segera menandatangani Perbup Siltap 2015 dan segera dicairkan,” tutur Bupati Yoyok setelah Pendopo Rumah Dinas Bupati diduduki selama 3 jam oleh para demonstran. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.