Waria Todong Pengendara Mobil di Pasar Pon

467

AMBARAWA–Aksi pemalakan dan penodongan kepada masyarakat oleh sejumlah waria di Pasar (Pon) Hewan Ambarawa, semakin meresahkan warga. Ironisnya, saat polisi melakukan berpatroli, tidak menemukan sejumlah waria tersebut.

Informasi dari warga, modus yang dilakukan untuk mencegat pengendara mobil adalah berhenti dan melambaikan tangan di tengah jalan. Saat mobil berhenti, serta merta mereka menggedor kaca dan meminta agar dilayani seks. Jika menolak akan ditodong dengan pisau.

Beberapa pengendara tidak tahu, kemudian berhenti. Biasanya memberi uang atau langsung memacu kendaraannya. Aksi dilakukan mulai pukul 22.00 hingga 01.00. Waria tersebut menurut penuturan warga adalah pindahan dari Palagan. Jika ada patroli, waria tersebut lari bersembunyi ke dalam pasar hewan.

Adi Prasetyo, 35, warga Kupang Dalangan, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, salah satu korban pemalakan dan ancaman yang dilakukan waria/bencong mengatakan, saat hendak menuju ke Semarang, tiba-tiba di depan Pasar Pon ada 3 waria berdiri di tengah jalan dan meminta berhenti. Karena dipikirnya wanita yang meminta pertolongan dirinya, sehingga langsung berhenti. Belum sempat membuka pintu, seorang waria mengetuk kaca mobil dengan keras.

Saat kaca mobinya dibuka, kepala waria tersebut langsung melongok masuk dan meminta untuk dilayani seks. Tentu saja dirinya berang dan membentak waria dengan nada tinggi. Tapi bukan malah mundur, waria lain langsung datang mendekat dan mengacungkan pisau ke arahnya. Kemudian meminta sejumlah uang. Tidak mau ambil risiko, dirinya segera memacu mobilnya dengan kencang.

“Saya tidak mengira bahwa mereka adalah waria. Saya pikir ketiga orang wanita yang sedang meminta tolong, karena kecelakaan atau apa. Merasa terpanggil, saya hentikan mobil saya. Tapi ternyata di luar dugaan saya, salah satu bencong langsung menggedor pintu untuk dibuka dan memaksa untuk minta dilayani hasrat seksnya. Bahkan, secara terus terang waria itu mengaku masalah harga bisa dirembuk. Seketika itu saya bentak, muncul lagi satu waria yang mengancam dengan menodongkan pisau serta memaksa meminta uang. Dari pada ribut, saya langsung tancap gas meninggalkan mereka,” jelas Adi yang menjadi korban pada Selasa (10/3) malam sekitar pukul 23.00.

Hal senada diungkapkan Supriyono, 37, salah seorang sopir mobil boks asal Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Dari keterangannya, dia mengaku biasa bolak-balik Wonosobo-Purwodadi. Kalau istirahat, dirinya biasanya berhenti di depan Pasar Hewan Ambarawa. Saat santai di dalam mobilnya sambil mendengarkan musik, didatangi tiga waria yang juga memaksa untuk minta dilayani. Bahkan, mereka sambil mengancam dan menodongkan pisau ke arah mukanya.

“Melihat gelagat tidak baik itu, saya melawan dengan memukul muka salah satu waria. Mereka langsung kabur. Harusnya, petugas terkait lebih tegas dan rutin melakukan razia terhadap para waria itu. Karena semakin hari semakin meresahkan masyarakat sekitar,” kata Supriyono. (abd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.