Hadapi Proxy War dengan Nurani dan Logika

367
(KODAM IV/DIPONEGORO)
(KODAM IV/DIPONEGORO)
(KODAM IV/DIPONEGORO)

SEMARANG- Indonesia di tangan pemuda sejak sejarah berdiri sampai dengan sekarang. Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat melaksanakan acara Bincang-bincang Kasad dengan para Mahasiswa Universitas Diponegoro di Gedung Prof Soedarto Undip, Tembalang.

Dia menjelaskan, pesatnya populasi penduduk suatu negara di dunia yang tidak seimbang dengan ketersediaan pangan, air dan energi akan menjadi pemicu munculnya konflik-konflik baru. “Sejarah panjang pergolakan dunia mencatat bahwa kekuatan-kekuatan tersembunyi banyak berpengaruh terhadap kehancuran suatu negara dan bangsa,” ujar Gatot Nurmantyo.

Kasad juga menguraikan bahwa dewasa ini sudah mulai dirasakan adanya Proxy War di Indonesia. “Ada kekuatan yang hendak melemahkan kita, dengan mengadu domba, memprovokasi dan menyebar fitnah lewat media massa dan media sosial, untuk terus menerus berupaya memecah belah bangsa Indonesia,” katanya.

Dari dampak persaingan dunia dalam memenuhi kebutuhan energinya maka Proxy War sangat rentan terjadi di Indonesia yang merupakan negara yang memiliki sumber daya alam hayati yang cukup memadai.

Diakhir bincang-bincang, Kasad menyampaikan ajakan tentang bagaimana menghadapi Proxy War yakni dengan belajar hidup berdemokratis yang lebih sehat, waras, bertanggunjawab dan bermartabat. “Kuncinya adalah menggunakan nurani, logika, akal pikiran, hal-hal itulah yang diajarkan oleh Pancasila,” tandasnya.

Turut hadir pada acara tersebut Rektor Undip, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Bayu Purwiyono, Kepala dinas pendidikan Prov Jateng, Irwasda Polda Jateng, para dekan dan civitas akademika.(*/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.