Kompetisi Terancam Tak Menarik

397
MOLOR LAMA: Hari Nur Yulianto, saat berjibaku dengan salah pemain Bali United Pusam dalam laga ujicoba beberapa waktu lalu. Terlalu sering berujicoba, berakibat kompetisi menjadi kurang menarik dan membuat penonton jenuh. (BASKORO/RADAR SEMARANG)
MOLOR LAMA: Hari Nur Yulianto, saat berjibaku dengan salah pemain Bali United Pusam dalam laga ujicoba beberapa waktu lalu. Terlalu sering berujicoba, berakibat kompetisi menjadi kurang menarik dan membuat penonton jenuh. (BASKORO/RADAR SEMARANG)
MOLOR LAMA: Hari Nur Yulianto, saat berjibaku dengan salah pemain Bali United Pusam dalam laga ujicoba beberapa waktu lalu. Terlalu sering berujicoba, berakibat kompetisi menjadi kurang menarik dan membuat penonton jenuh. (BASKORO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Belum jelasnya kapan kompetisi Divisi Utama 2015 akan diputar memang memaksa tim-tim kontestan kompetisi kasta kedua di Indonesia itu memutar otak untuk bisa survive di masa persiapan yang cukup panjang dan tanpa kepastian ini.

Salah satu caranya, saat ini baik tim-tim kontestan Divisi Utama maupun Indonesia Super League (ISL) terus menggenjot laga-laga uji coba untuk meningkatkan performa tim jelang kompetisi sekaligus mengeruk pendapatan melalui hasil penjualan tiket pertandingan. Termasuk tim PSIS Semarang. Saat ini tim berjuluk Mahesa Jenar itu telah melakoni sebanyak delapan kali laga uji coba baik dengan tim-tim local Kota Semarang, tim kontestan Divisi Utama lainnya maupun tim ISL.

Banyaknya laga uji coba yang terus dilakoni itu tentu bukan tanpa risiko. Salah satunya, kompetisi Divisi Utama musim 2015 ini terancam tidak menarik lagi. Apalagi jika di masa persiapan ini PSIS melakoni laga uji coba dengan kontestan Divisi Utama lainnya. Seperti contoh, saat ini tim Mahesa Jenar telah melakoni dua kali uji coba versus Persis Solo yang kemungkinan besar di kompetisi mendatang keduanya juga bakal bertemu.

Dengan begitu, laga PSIS versus Persis di musim 2015 ini akan dimainkan sebanyak empat kali. Dua laga telah dimainkan pada laga pra musim, sedangkan dua laga lainnya akan kembali terjadi pada kompetisi resmi mendatang. “Memang mundurnya kompetisi pasti ada risiko-risiko yang harus ditanggung. Makanya kami juga berharap segera ada kejelasan soal kompetisi agar kami menjalani persiapan juga bisa lebih tertata,” kata Manajer tim PSIS, Adi Saputro.

Risiko lainnya dari sisi teknis, head coach PSIS, M Dofir ditemui di sela-sela latihan timnya di Stadion Jatidiri kemarin mengatakan, banyaknya laga uji coba juga membuat pemain rentan terkena problem kebugaran seperti cedera. “Selain itu tim lawan pastinya juga akan mempelajari kekuatan kita. Nah makanya ini juga harus disiasati, seperti lawan Persis kemarin kami juga banyak melakukan rotasi sehingga lawan juga tidak banyak membaca kekuatan kami,” tegas Dofir.

Masih terkait dengan laga uji coba pra musim, Dofir kemarin juga menambahkan, rencana terdekat Fauzan Fajri dkk akan melakukan tour panjang selama sepekan ke tiga Kota untuk menggelar laga uji coba.

Uji coba pertama yaitu laga tandang versus Persibas Banyumas di Stadion Satria Purwokerto pada Minggu (15/3) kemudian dilanjut laga versus PSCS Cilacap di Stadion Wijaya Kusuma Cilacap Selasa (17/3) dan terakhir versus Persip Pekalongan di Stadion Kota Batik Pekalongan Jumat (20/3) mendatang. “Tour panjang ini akan kami manfaatkan juga sebagai adaptasi kompetisi. Karena bukan tidak mungkin besok kami akan melakoni dua hingga tiga laga dalam sepekan, jadi kami akan lihat hasil uji coba di tiga Kota itu,” pungkas Dofir. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.