Pasar Emas Makin Lesu

383
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)
(RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Harga emas batangan 24 karat melonjak naik hingga mencapai Rp 490 ribu per gram-nya, kemarin (12/3). Kondisi ini seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Beberapa pekan lalu sebelum dolar AS menguat, harga emas batangan 24 karat berkisar Rp 460 ribu per gram. Demikian halnya dengan emas perhiasan, dari yang sebelumnya berkisar antara Rp 380 ribu per gram, kini mencapai Rp 420 ribu – Rp 440 ribu per gramnya. Namun untuk emas perhiasan, harganya juga menyesuaikan dengan modelnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) Kota Semarang Bambang Yuwono mengatakan, harga emas memang sangat tergantung pada naik turunnya nilai rupiah terhadap dolar AS, karena harga emas dunia ditentukan dengan besaran mata uang dolar AS. “Kita pedagang beli dengan hitungan dolar AS, karena saat ini rupiah melemah, ya harga emas makin naik,” jelasnya.

Namun demikian, lanjutnya, kondisi ini masih tertolong dengan menurunnya harga emas dunia, yang saat ini berada di angka 1,16 dolar AS per troy ounce. Sebelumnya harga emas dunia mencapai 1,3 dolar AS per troy ounce-nya. “Saat ini harga emas dunia mulai turun, jadi harga emas di Indonesia masih tertolong. Kalau harga emas dunia naik, ya harganya bisa lebih tinggi lagi,” ujarnya.

Dikatakan, naiknya harga emas ini memicu lesunya pasar emas, di mana penjualan terus menurun sejak awal tahun lalu. Menurut Bambang, naiknya harga-harga kebutuhan pokok sebagai dampak dari kondisi politik, kenaikan bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan harga-harga komoditi lainnya, berdampak pada lesunya pasar emas. “Saat ini uang dari masyarakat jelas tersedot ke kebutuhan lain, tidak ke emas. Karena dengan uang yang nge-pas mereka pasti akan lebih mengutamakan untuk memenuhi kebutuhan pokok terlebih dahulu. Kalau ada duit lebih, baru beli mas,” tandasnya. (dna/smu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.