Ratusan Lukisan H Widayat Rusak

893
RUSAK : Pengelola Museum H Widayat menunjukakn koleksi lukisan karya Maestro Lukis H Widayat yang rusak, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
RUSAK : Pengelola Museum H Widayat menunjukakn koleksi lukisan karya Maestro Lukis H Widayat yang rusak, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
RUSAK : Pengelola Museum H Widayat menunjukakn koleksi lukisan karya Maestro Lukis H Widayat yang rusak, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID–Usia yang cukup tua membuat hasil karya maestro seni lukis H Widayat rusak. Beberapa lukisan yang dipajang di Museum H Widayat Kecamatan Mungkid Kabupaten Magealang itu mengelupas dan retak.

Direktur Museum Haji Widayat (MHW) Magelang, Fajar Purnomo S atau Pungki mengatakan, dari 500 lukisan karya ayahnya yang dipajang di museum, ditemukan beberapa telah rusak karena dimakan usia. ”Ada 70-80 persen yang rusak,” kata dia, Kamis (12/3).

Menurutnya, kerusakan banyak ditemukan di lukisan bergaya timbul. Di mana banyak bagian yang mulai retak-retak. ”Saat kami melakukan pergantian pigura dan spanram (tempat menempelkan kanvas) juga ada beberapa yang mengelupas tapi hanya di bagian-bagian pinggir,” ungkapnya.

Beberapa lukisan yang rusak diantaranya berjudul Ikan Laut buatan tahun 1988, Harimau Hutan (1959), Korban PHK (1998) mandi pancuran (1996) dan lain sebagainya. ”Untuk mengatasi hal itu kami sudah mengajukan bantuan anggaran ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan,” katanya.

Menurutnya, untuk merestorasi lukisan itu dibutuhkan dana miliaran rupiah. Karena harus ditangani oleh ahli lukisan khusus dari luar negeri. ”Yang memiliki keahlian di bidang ini hanya ada beberapa orang di dunia. Salah satunya orang jepang yang kini tinggal di Kanada,” beber dia.

Dalam gambarannya, lukisan itu akan direstorasi dengan cara melunakkan kembali cat yang ada dalam lukisan. Kemudian diberikan bahan malam untuk kemudian dihaluskan kembali. ”Itu tidak akan mengubah nilai dari lukisan tersebut,” tambah anak dari istri pertama Widayat ini.

Tahun lalu, kata Pungki, museum H Widayat mendapatkan dana revitaliasi bangunan sebesar Rp 1,5 miliar dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Anggaran sebesar itu dipergunakan untuk memperbaiki bangunan museum dan menambah perlengkapan. ”Selain membenahi bangunan yang mulai rapuk dan rusak, kami juga mengganti pigura lukisan. Juga menambah CCTV dan alat pemadam kebakaran,” katanya.

Bangunan Museium Haji Widayat seluas 1.300 meter persegi yang mengambil bentuk joglo ini, selesai pendiriannya pada tahun 2001 dan diresmikan penggunaanya untuk pertama kali oleh Widayat. Bangunan terakhir yang melengkapi komplek Museum H Widayat adalah rumah joglo yang diberi nama Art Shop Hj Soemini yang didirikan sebagai penghormatan atas jasa istri kedua.

”Kini Museum Haji Widayat selesai direvitalisasi, dan siap dimanfaatkan untuk menggelar pameran. bahkan pertengahan Maret 2015, akan digunakan untuk pameran lukisan hasil karya H Widayat serta karya 44 seniman muda yang membaca karya besar Haji Widayat,” tambah cucu Widayat, Karina Rimawati. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.