Saling Adu Argumen Wujudkan Universitas Riset

394

SEMARANG – Debat kandidat calon rektor Universitas Diponegoro (Undip) kemarin, berlangsung seru. Lima calon saling beradu argumen, utamanya dalam pencapaian Undip sebagai Universitas Riset pada tahun 2020 mendatang.

Lima bakal calon rektor Undip yakni Slamet Budi Prayitno dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Undip, Mokh Arifin dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP), kemudian Yos Johan Utama dari Fakultas Hukum (FH), Ocky Karna Rajasa (FPIK), dan Muhammad Nur (Fakultas Sains dan Matematika).

Disaksikan ratusan mahasiswa yang hadir mereka menyampaikan visi dan misinya dalam memimpin Undip kedepan. Mayoritas dari kelima calon fokus dalam percepatan capaian Universitas Riset tahun 2020 dan Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH).
Dr Muhammad Nur misalnya, bakal calon rektor dari Fakultas Sains dan Matematika tersebut menjanjikan Undip akan mengalami proses percepatan dalam menempuh PTNBH jika dipimpinnya. ”Semua harus sudah siap pada Desember 2016, tapi saya yakin dengan kerja cepat kita bisa menyelesaikannya di bulan April 2016 untuk menjadi Universitas yang murni PTNBH,” ucapnya. Menurutnya, jika dia nantinya terpilih dan dilantik, Nur akan sekaligus mengumumkan pembentukan manajemen unit yang baru untuk proses percepatan PTNBH.

Di lain sisi bakal calon lainnya Ocky Karna Rajasa, lebih menekankan pada capaian Universitas Riset di tahun 2020. ”Visi saya adalah memimpin dengan amanah menuju Undip menjadi universitas riset yang unggul, mempercepat dalam akselerasi dan program besar kita,” paparnya.

Menurutnya banyak universitas di Jateng sendiri yang sudah berlari mengejar capaian mereka di bidang riset. Sehingga Undip tidak boleh lengah jika ingin mencapai gelar Universitas Unggulan di bidang riset pada tahun 2020. ”Di Indonesia posisi kita di bidang riset masih nomor delapan, tapi jika kita lengah ini bisa melorot yang akan berdampak banyak terhadap Undip sendiri,” pungkasnya.

Sementara itu usai dilaksanakan debat, beberapa mahasiswa mulai mengetahui visi dan misi calon pemimpinnya tersebut. Anisah Mubarokatin misalnya. Mahasiswi FISIP Undip yang mengikuti dari awal hingga akhir proses debat mengaku kini berharap kepada kedua calon.

Menurutnya keduanya calon yang ia pandang dapat membawa Undip ke depan lebih maju itu memiliki kelebihan sendiri-sendiri terhadap dua progres yang akan dicapai baik PTNBH atau Universitas Riset. ”Harapan saya ada dua yang saya pandang akan pas memimpin Undip nantinya yaitu Prof Yos Yohan dan Prof Ocky. Kalau Prof Ocky yang memimpin pasti capaian ke Universitas Riset akan cepat tercapai, karena beliau sangat berpengalaman di bidang penelitian, tapi kalau Prof Yos Yohan dia jaringannya luas, akan berguna untuk PTNBH,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) universitas, Rizky Haerul Imam mengatakan, selama ini figur yang maju dalam pilrek tidak begitu dikenal mahasiswa. Menurutnya, calon pada pemilihan rektor Undip tersebut harus lebih memperkenalkan diri kepada mahasiswa yang bukan berasal dari fakultas yang dipimpinnya. ”Hal seperti itu wajar, contohnya mahasiswa Sastra Inggris juga sangat jarang yang kenal dekan Fakultas Peternakan. Memang sebelumnya kita pernah dipertemukan dengan calon rektor tersebut melalui audiensi tertutup beberapa waktu lalu, namun kan yang ikut dalam audiensi tersebut juga tidak semua mahasiswa,” katanya saat ditemui di sela-sela Debat Calon Rektor.

Meski mahasiswa dalam pilrek ini tidak memiliki suara, namun mereka berharap setidaknya dengan adanya debat calon rektor tersebut nantinya menagih janji-janji rektor terpilih kelak. Partisipasi mahasiswa dalam memperhatikan debat pada pilrek kali ini lebih banyak jika dibandingkan dengan pelaksanaan pilrek sebelumnya. (ewb/zal/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.