Bank Lokal Pacu Perputaran Uang

380
Fran Suharmaji. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
Fran Suharmaji. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)
Fran Suharmaji. (MUKHTAR LUTFI/RADAR KEDU)

MUNGKID— Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong tumbuhnya perbankan lokal di wilayahnya. Dengan semakin banyak bank lokal diharapkan perputaran uang di daerah tersebut juga semakin tinggi.

”Dengan banyak uang yang disimpan di daerah tentu akan berputar juga di daerah. Jangan sampai uang keluar dan justru berputar di pusat,” kata Direktur Bank Bapas 69 Fran Suharmaji, kemarin.

Menurutnya, meski harus bersaing dengan bank-bank besar, bank lokal dinilainya tetap bisa bertahan. Karena akan memiliki segmen nasabah tersendiri. ”Biasanya dari kalangan menengah ke bawah dan UMKM,” kata dia.

Untuk itu, sebagai langkah menjaga perputaran uang di daerah tetap tinggi, pihaknya mencoba menumbuhkan dan menggairahkan iklim usaha di tiap-tiap kecamatan. Bank Bapas 69 yang memiliki kantor kas di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Magelang, bahkan di Kota Magelang. ”Kami memberikan pelayanan permodalan berupa kredit murah dengan bunga anuitas hanya 17 – 18 persen kepada pengusaha UMKM,” kata dia.

Meskipun Bank Bapas 69 merupakan bank lokal, namun selama ini dapat memberikan kredit yang jauh lebih murah dibanding yang bisa diberikan oleh bank umum. ”Dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat serta dalam rangka memerangi rentenir,” tandasnya.

Saat ini penyerapan kredit nasabah telah mencapai Rp 451 milar. Dari situ, telah menimbulkan multiplier effect terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Magelang yang cukup besar. ”Ini juga bisa meningkatkan daya guna uang, meningkatkan daya guna barang, meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang, sebagai salah satu alat stabilisasi ekonomi, serta meningkatkan gairah berusaha masyarakat,” tambah dia. (vie/jpnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.