Beli Sabu Lagi, Residivis Ditangkap

428
TIDAK KAPOK: Ketiga tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu saat diperiksa Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TIDAK KAPOK: Ketiga tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu saat diperiksa Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)
TIDAK KAPOK: Ketiga tersangka pengedar dan pengguna sabu-sabu saat diperiksa Satuan Reserse Narkoba Polres Wonosobo. (SUMALI IBNU CHAMID/RADAR KEDU)

WONOSOBO – Mendekam dalam bui, tak lantas membuat orang kapok. Seperti terjadi pada dua pria paro baya asal Wonosobo ini, Kirmanto, 47, warga Kejiwan dan Tri Puji Hartono, asal Jaraksari. Keduanya ditangkap polisi lantaran diduga bertransaksi sabu- sabu sekaligus mengkonsumsi. Dalam kasus ini, polisi juga menangkap Purwanto, asal Seruni yang berperan sebagai penjual sabu.

Tertangkapnya tiga orang ini bermula dari patroli yang dilakukan Satreserse Narkoba Polres Wonosobo. Salah satu konsentrasi untuk menekan peredaran narkoba dengan pengawasi penjualan pipet di sejumlah apotek. Pada 7 Maret, polisi mendapat informasi ada seseorang membeli pipet di sebuah apotek.

Berbekal informasi itu, petugas melakukan patroli di beberapa titik kota. Hasilnya berhasil menangkap Kirmanto, 47, yang tengah nongkrong di tepi jalan Jalan Pasukan Ronggolawe. Polisi kemudian menggeledah pria itu. Hasil penggeledahan ditemukan 1 paket sabu-sabu yang disembunyikan di lengan jaket, 1 buah pipet, 1 buah ponsel dan simcardnya. Saat itu pula, tersangka digelandang ke Mapolres Wonosobo.

Menurut Kasat Narkoba Polres Wonosobo AKP Bambang Budiyono, setelah berhasil menangkap Kirmanto, pihaknya melakukanp pendalaman kasus. Berdasarkan pengakuan Kirmanto, dia mendapatkan sabu dari temannya bernama Tri Puji Hartono yang bekerja sebagai tukang ojek di wilayah Kelurahan Jaraksari. Keduanya bukan orang baru di dunia narkotika, karena pada 2005 lalu pernah masuk bui dengan kasus yang sama.

“Dua orang ini kawan karib yang juga pernah dipenjara karena mengkonsumsi sabu-sabu sepuluh tahun lalu,” katanya.

Dari pemeriksaan, kata Bambang, Tri Puji mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari Purwanto. Polisi kemudian menggeledah rumah Purwanto alias Gundul dan berhasil mengamankan ponsel beserta simcard yang digunakan untuk komunikasi ketika transaksi serta uang Rp 800.000. “Dari ponsel yang kami sita, terdapat bukti transaksi pesan barang tersebut,” katanya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan Undang-undang No.35 tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal yang disangkakan pada Kirmanto dan Tri Puji Haryono adalah pasal 112 ayat 1 atau pasal 114 ayat 1 dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. Selain itu masih ada pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000 dan paling banyak Rp 8.000.000.000. Sedangkan Purwanto alias Gundul dijerat dengan pasal 112 ayat 1 atau pasal 114 ayat 1 atau pasal 1127 ayat 1 huruf a UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (ali/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.