Di SMP dan SMA, Siti Aktif Kegiatan Pramuka

390
KENANGAN: Seorang guru SMAN 2 Demak menunjukkan foto Siti Lestari di buku induk siswa tahun ajaran 2007-2010. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
KENANGAN: Seorang guru SMAN 2 Demak menunjukkan foto Siti Lestari di buku induk siswa tahun ajaran 2007-2010. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
KENANGAN: Seorang guru SMAN 2 Demak menunjukkan foto Siti Lestari di buku induk siswa tahun ajaran 2007-2010. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

SEBELUM kuliah di Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Siti Lestari merupakan alumni SMP Negeri 4 Demak (lulus 2007) dan SMA Negeri 2 Demak (lulus 2010). Karena itu, mendengar kabar tentang Siti Lestari tersebut hilang misterius dan diduga bergabung dengan ISIS, keluarga besar SMAN 2 Demak turut prihatin.

Darwito, pegawai Tata Usaha (TU) SMAN 2 Demak, menuturkan, ia cukup tahu karakter Siti baik saat sekolah di SMPN 4 dan SMAN 2 tersebut.

”Saya dulu kan juga pernah bertugas di SMPN 4 dan sekarang di SMAN 2 ini. Yang saya tahu, Siti ini termasuk siswi yang aktif kegiatan sekolah seperti pramuka dan lainnya. Dia dari sisi akademiknya maupun sikapnya pun baik,” katanya saat ditemui Radar Semarang di SMAN 2, kemarin (13/3).
Karena itu, dirinya sangat menyayangkan jika perempuan kelahiran Demak, 15 Februari 1992 yang kini tidak diketahui rimbanya itu bergabung dengan ISIS. Ia menduga Siti telah terkontaminasi pergaulan yang tidak pas saat kuliah di Solo.

Keprihatinan juga disampaikan Kepala SMAN 2 Demak, NA Sobri. Menurutnya, pihak sekolah tetap ikut prihatin dan terpukul dengan kejadian itu. ”Sebab, waktu di SMA mungkin masih lugu,” katanya.
NA Sobri menambahkan, untuk membentengi aliran atau paham keagamaan yang menyimpang sebetulnya telah diantisipasi sebelumnya. Bahkan, rasa nasionalisme terhadap NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) juga terus digalakkan. Untuk memupuk rasa kebangsaan itu, para siswa dibimbing langsung petugas kepolisian maupun TNI.

”Kita juga ada pesantren kilat dan wajib salat berjamaah bagi siswa serta membaca Asmaul Husna setiap awal masuk kelas. Ini semua menjadi upaya kita dalam membekali para siswa agar tidak mudah terkena ajaran menyimpang,” ujar NA Sobri.

Menurutnya, dalam setiap pengajian maupun upacara, pihak sekolah juga selalu mengimbau agar pelajar SMAN 2 Demak tidak mengikuti ajaran-ajaran sesat serta hal-hal yang menentang pemerintahan. ”Dengan begini, ada benteng sejak dini,” katanya. (hib/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.