Dishub Janji Tertibkan Truk Galian C

464
DISTOP: Petugas Dishub Kendal menghentikan truk-truk pengangkut material Galian C yang melintas di Jalur Pantura, Kendal. (Dok /RADAR SEMARANG)
DISTOP: Petugas Dishub Kendal menghentikan truk-truk pengangkut material Galian C yang melintas di Jalur Pantura, Kendal. (Dok /RADAR SEMARANG)
DISTOP: Petugas Dishub Kendal menghentikan truk-truk pengangkut material Galian C yang melintas di Jalur Pantura, Kendal. (Dok /RADAR SEMARANG)

KENDAL – Dinas Perhubungan (Dishub) Kendal akan memperketat aktifitas dump truk pengangkut galian c yang beraktivitas di wilayah Kendal. Sebab, kebanyakan truk-truk mengangkut hasil tambang galian c melebihi tonase sehingga merusak jalan.

Kepala Dishub Kendal, Subarso mengakui rata-rata truk pengangkut galian c telah membuat banyak jalan rusak. Aspal mulai banyak yang hancur dan mengelupas sehingga membuat jalan berlubang. Selain itu, tonase yang berlebihan juga mengakibatkan jalan menjadi macet dan terhambat. “Banyak warga yang protes terhadap truk-truk pengangkut galian c. Karena banyak yang beroperasi sejak pagi sampai malam hari,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, fokus Dishub yakni aktifitas truk pengangkut galian c menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan. Jalan di Kabupaten Kendal banyak yang rusak karena aktifitas galian c. “Jadi meski jalan-jalan aspal diperbaiki percuma, sebab tidak butuh waktu lama sudah rusak kembali,” imbuhnya.

Tambang galian C lebih banyak merugikan ketimbang manfaatnya yang dirasakan warga. Begitu terhadap pemerintah, karena beban biaya untuk perbaikan jalan lebih besar dari pada pajak yang didapat dari penambangan galian c. Aktifitas galian c diantaranya dilakukan di Kecamatan Kaliwungu, Kaliwungu Selatan, Ngampel, dan Pegandon. Dari 20 kecamatan yang ada di Kendal, jalan yang mengalami kerusakan parah yakni yang dilintasi kendaraan pengangkut galian c.

Pihaknya terus melakukan berbagai upaya dengan operasi terhadap kendaraan pengangkut galian c. Operasi termasuk berat muatan dan juga jam aktifitas galian c. Sesuai aturan, pengangkut mulai aktifitas mulai pukul 08.00-17.00.

Aturan tersebut agar aktivitas pagi warga, terutama yanng berangkat kerja dan sekolah tidak terganggu. Tapi, kenyataan di lapangan memang beda, bahkan mulai subuh sampai jam sepuluh malam, truk galian c masih banyak yang beroperasi. “Ini yang akan kami tertibkan,” lanjutnya.

Kendati demikian, pihaknya hanya berwenang untuk melakukan operasi. Sedangkan penilangan sudah menjadi kewenangan polisi. Hal tersebut menjadi kendala bagi petugas dishub untuk melakukan operasi truk-truk galian C. “Tapi akan kami upayakan untuk menggandeng kepolisian,” tuturnya.

Kepala Desa Ngareanak, Kecamatan Singorojo, Agung Widjojo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kendal harus mengambil peran penting untuk mengatasi kerusakan galian c, baik perbaikan maupun mengantisipasi penyebabnya. “Masyarakat itu sudah bosan dengan kondisi jalan rusak yang tak kunjung segera diperbaiki. Saya kira penyebabnya sudah jelas, tinggal ambil langkah dan bergerak,” katanya.

Kerusakan diduga karena kontur tanah yang gembur dan lalu lintas truk dengan tonase tinggi. Aktifitas kendaraan berat dengan tonase melebih kapasitas tersebut berjalan tiap hari.“Hal ini juga perlu mendapat perhatian dari pemerintah, supaya jalan tidak mudah rusak. Selain itu, sangat menggangu warga, karena dari muali fajar sampai malam truk-truk itu lalu lalang,” tandasnya. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.