Dua Jaringan Pelaku Begal Motor Ditangkap

363
DIBEKUK: Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengintrogasi pelaku begal motor yang kerap beraksi di Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
DIBEKUK: Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengintrogasi  pelaku begal motor yang kerap beraksi di Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
DIBEKUK: Kapolres Kendal, AKBP Harryo Sugihhartono mengintrogasi pelaku begal motor yang kerap beraksi di Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Dua pelaku jaringan begal motor berhasil dibekuk aparat Polres Kendal. Mereka kerap beraksi di wilayah Kendal dan sekitarnya. Pelaku adalah Haryanto, 33 dan Rinto, 26 warga Sukorejo. Dari dua pelaku, polisi berhasil menyita 12 unit kendaraan roda dua yang siap dijual.

Mereka dibekuk setelah petugas mendapatkan laporan tentang dugaan penjualan motor curian dari kedua tersangka. Haryanto dan Rinto berperan sebagai penjual motor hasil curian dari pelaku bernama Anto, warga Penundan, Kecamatan Banyuputih, Batang.

Haryanto mendapatkan pasokan motor curian dari Anto yang kini masuk daam daftar pencarian orang (DPO) untuk dijualkan seharga Rp 1,8 juta. Motor yang diserahkan Anto kepada Haryanto adalah sebuah motor merek Honda Beat bernopol H2311VU. Pelaku lantas menyerahkannya kepada Rinto untuk dijualkan sebesar Rp 2 juta. Dari penjualan motor curian tersebut, Haryanto dan Rinto mengaku hanya mendapatkan keuntungan masing-masing Rp 100 ribu.

Warga sekitar yang curiga terhadap motor yang dijual kedua pelaku kemudian melapor kepada kepolisian. “Dari laporan itu kami melakukan penyelidikan selama satu minggu. Setelah ada dugaan kemudian kami melakukan penangkapan,” kata Kapolres Kendal AKBP Harryo Sugihhartono saat gelar perkara di Mapolres, Jumat (13/3) kemarin.

Dari penangkapan keduanya, kemudian polisi melakukan pendalaman dengan melakukan penggledahan ke rumah Rinto. Hasilnya, polisi menemukan belasan plat motor. Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata plat-plat nomor tersebut adalah hasil motor yang sudah dijual oleh kedua pelaku. “Kami juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah bekerja sama dan menyerahkan motor-motor yang sudah dibeli. Warga statusnya bukan sebagai tersangka tapi saksi, karena warga ditipu oleh kedua pelaku,” imbuhnya.

Harryo menambahkan Anto dan komplotannya serta kedua tersangka adalah jaringan begal motor yang kerap beraksi di Kendal dan sekitarnya. Yakni tujuannya untuk mengaburkan atau mengelabui para pembelinya jika barang tersebut adalah barang curian.

Sementara Haryanto mengaku sudah menjalankan bisnis jual beli motor hasil curian bersama Rinto dan Anto sejak 2014 lalu. “Kami ambil motor jika ada pesanan dari pembeli saja. Jadi kalau ada beli, kami ambil barang dari Anto,” akunya. Rinto, sendiri mengaku mendapatkan keuntungan penjualan Rp 200 ribu. Uang tersebut ia bagi dengan Haryanto. “Jadi kami hanya mendapat keuntungan Rp 100 ribu,” katanya. Keduanya dijerat dengan Pasal 480 KUHP dengan ancaman empat tahun penjara. (bud/fth)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.