Izin Kadaluarsa, Warga Ancam Segel Tower BTS

631
KHAWATIR AMBRUK : Warga Dusun Padakan, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang mengecek kondisi tower BTS Telekomunikasi yang kondisinya diduga sudah tidak layak. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
KHAWATIR AMBRUK : Warga Dusun Padakan, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang mengecek kondisi tower BTS Telekomunikasi yang kondisinya diduga sudah tidak layak. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
KHAWATIR AMBRUK : Warga Dusun Padakan, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang mengecek kondisi tower BTS Telekomunikasi yang kondisinya diduga sudah tidak layak. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

TUNTANG–Warga Dusun Padakan, Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang mengancam akan menyegel tower base transceiver station (BTS) salah satu perusahaan telekomunikasi. Diduga, izin gangguan (HO) tower setinggi 80 meter yang didirikan sejak tahun 2006 sudah kadaluarsa. Selain itu, kondisi tower sudah berumur, warga khawatir tower tersebut ambruk.

Salah satu warga setempat, Subedi, 55, warga Dusun Padakan Desa Sraten, mengatakan setiap kali turun hujan dengan angin kencang, selalu merasa was-was. Sebab kondisi tower sudah berumur, apalagi pondasi tower sudah bergeser, miring dan rangka besinya sudah berkarat.

“Rumah kami ada di depan tower. Kalau hujan dan angin kencang, kami khawatir towernya ambruk. Kami minta perusahaan pemilik tower dan pemerintah mengecek lagi, apakah masih layak atau tidak,” tutur Subedi, Jumat (13/3) kemarin.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sraten, Rokhmad mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pengecekan di lokasi tower. Memang sebagian sudah berkarat, selain itu pondasinya sedikit miring. Kondisi itu sangat mengkhawatirkan, jika sewaktu-waktu ambruk. Karena itu, perlu adanya kajian teknis tentang keberadaan tower tersebut.

“Seminggu lalu perwakilan perusahaan telekomunikasi menemui saya meminta rekomendasi perpanjangan izin tower. Tetapi saya tidak bisa memberikan, harus ada kajian teknis dulu. Karena kondisinya sudah mengkhawatirkan. Kalau malam, lampu penandanya mati. Itukan membahayakan,” kata Rokhmad saat ditemui di lokasi tower.

Menurut Rokhmad, HO tower tersebut sudah kadaluarsa, sehingga pihaknya meminta agar persyaratan perizinan dipenuhi. Rokhmad meminta segera dilakukan kajian dan mengurus perizinan. Jika sampai batas waktu satu bulan tidak diurus, warga akan melakukan penyegelan. “Semestinya dinas terkait proaktif melakukan pengecekan dan penindakan jika ada pelanggaran. Jika ada kajian teknis dan perizinannya, maka warga akan menyegel tower tersebut,” tandasnya. (tyo/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.