PAN-Gerindra Gerilya Tokoh Masyarakat

317

SEMARANG – Partai Amanat Nasional (PAN) dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) diam-diam memulai langkah strateginya. Saat ini, partai berlambang matahari terbit dan kepala burung garuda itu aktif bergerilya mengumpulkan tokoh masyarakat yang akan diusung, setelah keduanya menyatakan resmi berkoalisi.

Ketua DPD PAN Kota Semarang, Wahid Nurmiyanto, mengatakan, koalisi partainya telah melakukan pendekatan kepada sejumlah tokoh masyarakat layak yang layak diusung sebagai calon wali kota maupun wakil wali kota. Menurutnya, langkah tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan bersama dalam koalisi menuju kemenangan pilwalkot Desember mendatang.

”Kami masih terus komunikasi dan melakukan pertemuan dengan tokoh masyarakat, termasuk kriteria calon yang layak. Kami tidak ingin buru-buru memunculkan nama itu, apalagi membuka pendaftaran calon wali kota dan wakil wali kota,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Jumat, (13/3).

Diakuinya, dalam hitungan jumlah kursi PAN yang diperoleh saat ini memiliki 4 kursi di parlemen. Sedangkan Gerindra memiliki 7 kursi. Menurutnya, jumlah tersebut sudah cukup untuk mengusung pasangan calon dalam pilwalkot. Namun demikian, pihaknya masih tetap membuka peluang dengan partai lain untuk berkoalisi.

”Kalau digabungkan ada 11 kursi, dan itu sudah cukup untuk mengusung pasangan calon. Tapi kita tetap membuka koalisi dengan parpol lain supaya kekuatan kita semakin bertambah,” katanya.

Hal sama diungkapkan Ketua DPC Gerindra Kota Semarang Suhariyanto. Dia mengatakan, tokoh masyarakat dan calon figur yang ditemui merupakan sosok yang memiliki elektabilitas dan popularitas.

Kesepakatan berkoalisi saat ini lebih fokus melakukan pertemuan dengan berbagai tokoh masyarakat di Kota Semarang. Menurutnya, komunikasi politik yang dilakukan baik lisan maupun langsung sangat penting dilakukan untuk menuju proses penjaringan.

”Dari situlah nantinya akan menemukan kesamaan visi dan misi. Bahkan kesamaaan visi misi tidak hanya pada partai yang berkoalisi, namun juga pada pasangan calon yang akan diusung. Tentunya syarat utama visi misi dan tujuan ke mana arah kita agar bisa memenangi pilkada,” tegasnya.

Pihaknya menambahkan, dalam lima tahun terakhir ini perkembangan Kota Semarang belum menunjukkan hasil yang maksimal. Sehingga dalam lima tahun ke depan, pihaknya ingin sosok atau figur pemimpin baru yang bisa membawa Kota Semarang lebih maju dan menyejahterakan masyarakatnya. ”Soal nama, kami belum bisa sebutkan. Terpenting kriteria figur yang bakalan akan diusung memiliki elektabilitas tinggi, serta mampu membawa Kota Semarang lebih maju lagi,” katanya. (mha/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.