Sido Muncul Bukukan Laba Rp 415 M

489

SEMARANG – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk tahun 2014 membukukan laba bersih Rp 415 miliar. Laba bersih ini naik 2,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul di Kompleks Agrowisata Sido Muncul, Kamis (13/5) kemarin. Dari besaran laba bersih yang diperoleh PT Sido Muncul tersebut, menurutnya deviden atau laba bersih yang dibagikan kepada para pemegang saham perusahaan sekitar 86 persennya.

Irwan mengatakan, kondisi ekonomi yang melambatnya saat ini, lanjutnya tidak memengaruhi permintaan pasar atas produk-produk Sido Muncul. ”Justru usai RUPS, kami meluncurkan enam produk baru, yang dipastikan akan diterima pasar. Keenam produk produk ini diluncurkan untuk memenuhi permintaan pasar dalam bentuk siap diminum yaitu Tolak Angin No Sugar untuk penderita diabetes, Kunyit Asam, Pegal Linu, Kuku Bima Rasa Anggur dan Kuku Bima rasa Jeruk serta Tolak Angin Care Aromateraphy yang penggunaanya dioles,” bebernya.

Irwan mengaku untuk memproduksi produk baru tersebut ia tidak membutuhkan investasi mesin-mesin, karena mesin-mesin sudah tersedia. Diluncurkan produk baru baru ini karena untuk memenuhi permintaan pasar lokal yang cukup besar, belum termasuk untuk ekspor. “Sido Muncul berencana terus memperkuat ekspansi terhadap pasar luar negeri dengan memperluas gerai-gerai yang memasarkan produk-produknya, seperti Tolak Angin secara lebih luas,” katanya.

Menyikapi kondisi ekonomi belakangan ini, ia mengakui adanya sedikit kelesuan pasar, terutama pada triwulan pertama. Namun pihaknya optimistis kondisinya akan terus membaik. “Sekarang ini, sudah mulai membaik,” kata pria kelahiran Yogyakarta, 23 April 1947 itu.

Generasi ketiga pemilik Sido Muncul ini mengaku tetap optimistis dalam menghadapi pasar, salah satunya dengan meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan produk-produknya. “Sekarang ini harus lebih kreatif dan inovatif. Kalau tidak, bisa ketinggalan zaman. Bahkan, kami segera meluncurkan beberapa produk terbaru dalam waktu dekat. Kehadiran produk baru ini tidak akan memengaruhi penjualan produk yang sudah ada, justru produk baru ini akan menjadi pelengkap dalam meningkatkan omset penjualan,” pungkasnya. (tya/smu)