Gabungkan Dua Kecantikan, Hasilkan Keindahan

763
CARI ANGLE: Sejumlah fotografer berusaha mencari angle atau sisi menarik model untuk diambil gambarnya. (FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG)
CARI ANGLE: Sejumlah fotografer berusaha mencari angle atau sisi menarik model untuk diambil gambarnya. (FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG)
CARI ANGLE: Sejumlah fotografer berusaha mencari angle atau sisi menarik model untuk diambil gambarnya. (FOTO: AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ratusan fotografer tampak asyik membidik model berdandan glamour yang tengah berpose di samping mobil full modifikasi. Hunting model bertajuk Photomotive Festival yang digelar di Perumahan Citra Grand Kedungmundu, kemarin memang terbilang fresh.

“Biasanya, hunting model hanya menggaet busana saja sebagai pendukung. Tapi kami coba menggabungkan antara kecantikan model, busana seksi dan glamour, serta otomotif,” kata ketua panitia Bagus Satrio Waluyo Poetro.

Gelaran ini menyuguhkan nuansa glamour begitu kental. Gaun mewah yang dikenakan model begitu selaras dengan modifikasi mobil dengan full body kit. Terlebih, model-model yang ditampilkan tergolong profesional. Tidak hanya Semarang, tapi juga beberapa model papan atas asal Jakarta. Sebut saja Baby Margaretha, Chant Felicia, Rissa, Avriliana, Putri Bintang, Malika Atalie, Ratri Putri, Retno Dwi Hartanti, Yuanisa Meistha, dan Nadya Rizky.

Untuk menghindari berjubelnya fotografer, panitia membaginya menjadi lima kelompok. Mereka diberi giliran masing-masing 10 menit untuk memotret satu model. Setelah waktu habis, antara grup satu dengan yang lainnya akan dirolling agar semua kebagian gambar seluruh model.”Awalnya kami memperkirakan hanya 80-an peserta. Tapi kenyataannya yang datang justru 100 lebih. Agar masing-masing dapat gambar bagus dan tidak berjubal, akhirnya diberlakukan sistem klompok dan rolling,” papar Bagus.

Dengan adanya event-event yang mewadahi penghobi fotografi ini, Bagus berharap fotografer Semarang bisa cepat berkembang. Tidak hanya asal suka saja, tapi bisa belajar mengenai komposisi, mencari spot dan angel yang menarik, dan komponen-komponen fotografi lain. “Kami memang mencoba memberi wadah bagi yang suka fotografi. Tidak harus yang profesional. Mau pakai kamera poket atau ponsel pun silakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Anang, salah satu peserta mengaku sangat antusias mengikuti hunting model ini. Baginya, jarang-jarang ada sesi pemotretan yang melibatkan otomotif. “Kebetulan saya juga suka otomotif dan fotografi. Ide ini bisa dibilang fresh karena jarang ada yang konsep seperti ini. Kalau pun ada, biasanya mengusung konsep seksi seperti car wash, dan semacamnya,” tuturnya. (amh/zal)