Bawa Sabu 12 Gram dan 72 Ekstasi

366
GELAR PERKARA : Residivis Narkoba, Joko Agung kembali ditangkap lantaran terbukti memiliki dan mengedarkan sabu-sabu dan pil ekstasi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Residivis Narkoba, Joko Agung kembali ditangkap lantaran terbukti memiliki dan mengedarkan sabu-sabu dan pil ekstasi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Residivis Narkoba, Joko Agung kembali ditangkap lantaran terbukti memiliki dan mengedarkan sabu-sabu dan pil ekstasi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA-Joko Agung, 42, seorang residivis kasus narkoba warga Sroyo, Jaten, Karanganyar dibekuk jajaran Satnarkoba Polres Salatiga. Ia ditangkap di Jalan Seruni dengan barang bukti narkoba berupa sabu dengan berat 12 gram yang terbagi dalam sejumlah paket serta 72 pil ekstasi. Agung yang baru bebas 15 Januari lalu, kini kembali mendekam di sel tahanan Polres Salatiga untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepada petugas, Joko mengungkapkan bahwa semua barang yang berharga sekitar Rp 26.5 juta tersebut akan dipecah-pecah menjadi paket hemat dengan harga Rp 200 – 300 ribu per paket. Selanjutnya akan diedarkan kembali ke Solo.

Pelaku yang biasa dipanggil Gogo itu mengaku mendapatkan barang dengan membeli di Jatingaleh Semarang dan Salatiga. Penjual diperoleh melalui telepon genggam dan tidak dikenal identitasnya. “Kalau ekstasi saya beli Rp 180 ribu per butir dan dijual dengan keuntungan antara Rp 15 – 20 ribu. Saya menjual di Solo dengan sasaran orang-orang kaya. Pembayaran dilakukan dengan cara transfer uang melalui bank sesuai harga barang yang akan dibeli,” jelas Gogo kepada wartawan.

Diakuinya, hingga 15 Januari lalu, 4 tahun ia mendekam di tahanan. Meski sebelumnya telah lama menjalani hukuman dalam kasus yang sama, Gogo mengaku terpaksa menjual kembali narkoba. “Hanya itu pekerjaan yang bisa dilakukan untuk mencari nafkah dan keuntungan yang lumayan,” dalihnya.

Wakapolres Kompol Iwan Irmawan menandaskan jika pelaku ditangkap setelah pihaknya mendapatkan laporan adanya transaksi narkoba di Jalan Seruni. Petugas yang mendapatkan laporan langsung melakukan pengintaian dan akhirnya mencurigai tersangka yang dikenal sebagai residivis kasus narkoba. “Pelaku dijerat dengan KUHP Pasal 112 ayat 2 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 5 – 10 tahun penjara,” kata Kasat Narkoba AKP Siti Markomah. (sas/ida)