Mahasiswa Unnes Tewas Mendadak

700
DIEVAKUASI : Warga menggotong mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes yang tewas mendadak saat hendak naik angkutan menuju kampusnya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEVAKUASI : Warga menggotong mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes yang tewas mendadak saat hendak naik angkutan menuju kampusnya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEVAKUASI : Warga menggotong mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni Unnes yang tewas mendadak saat hendak naik angkutan menuju kampusnya. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Seorang mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Bimo Putro Utomo, 19, warga Dusun Kasilib Desa Kalisib RT 03 RW 01 Kecamatan Wanadadi, Banjarnegara, Senin (18/5) pukul 11.30 kemarin tewas. Setelah mengalami kejang-kejang saat naik angkutan umum.

Korban sempat diberi pertolongan oleh warga di bengkel tambal ban, di Jalan Ki Sarino Mangun Pranoto, kawasan Terminal Sisemut, Ungaran, Kabupaten Semarang. Namun tidak kunjung sadar, sehingga korban dilarikan ke IGD RSUD Ungaran.

Sayangnya dalam perjalanan, korban menghembuskan nafas terakhirnya. Tim medis dari RSUD Ungaran, mendiagnosa korban meninggal dunia karena serangan jantung. Anggota Polsekta Ungaran juga melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan dari tubuh korban. Diduga kuat korban mengalami sakit.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, korban berangkat dari rumahnya menggunakan bus jurusan Purwokerto-Semarang. Selanjutnya ganti angkutan menuju ke rumah kosnya di kawasan Sekaran Gunungpati Kota Semarang. Saat naik angkutan jurusan Ungaran-Gunungpati, tiba-tiba mahasiswa semester 2 itu merasa lemas dan gemetar.

“Saya lihat dia turun dari bus Purwokerto-Semarang, lalu naik angkutan jurusan Unnes. Korban kemudian turun karena badannya gemetaran,” kata sopir angkutan, Muhammad Chodri, 42, warga Sariharjo, Ungaran.

Korban kemudian ditolong warga di bengkel tambal ban milik Hariyadi, 55, yang berada di depan kantor Kesbangpol. Namun tubuh korban tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan akhirnya tidak sadarkan diri. Warga selanjutnya membawa korban ke IGD RSUD Ungaran.

“Denyut nadinya masih ada, tapi lemah sehingga kami memutuskan untuk membawanya ke Rumah Sakit. Namun sampai di rumah sakit, ternyata korban sudah meninggal dunia. Dokter mengatakan korban meninggal karena ada gangguan pada jantung,” tutur Wisnu Budi Santoso, 38, warga Gunungpati, Kota Semarang yang menolong korban membawa ke rumah sakit.

Menurut dosen pendidikan Bahasa Jawa Unnes, Sucipto Hadi Purnomo, kabar mahasiswa Unnes yang tewas mendadak sudah diketahuinya dari pihak RSUD Ungaran. Pihak Unnes yakni pimpinan fakultas dan ketua jurusan sudah mengecek ke RSUD Ungaran. “Almarhum ini dari Banjarnegara akan kembali ke kampus untuk memulai kuliah di awal pekan ini,” tutur Sucipto. (tyo/ida)