Optimalkan Jasa Layanan Esok Sampai

542
TERPERCAYA: Pelayanan paket Pos Express di Kantor Pos Johar, terus meningkat dan diminati masyarakat. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TERPERCAYA: Pelayanan paket Pos Express di Kantor Pos Johar, terus meningkat dan diminati masyarakat. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
TERPERCAYA: Pelayanan paket Pos Express di Kantor Pos Johar, terus meningkat dan diminati masyarakat. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kantor Pos Johar terus mengoptimalkan jasa layanan pengiriman surat dan paket Pos Express esok sampai. Dengan layanan tersebut, tahun ini ditargetkan transaksi pengiriman meningkat sebesar 35 persen dari tahun lalu.

Kepala Kantor Pos Johar, Ki Agus Amran mengatakan, pada triwulan pertama lalu, layanan produk tersebut meningkat 20 persen dari tahun lalu. Untuk itu, pihaknya optimistis hingga akhir tahun ini layanan Esok Sampai bisa naik 35 persen. “Kami menargetkan tahun ini transaksi pengiriman surat dan paket bisa meningkat 35 persen dari tahun lalu,” katanya.

Ditambahkan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya mengoptimalkan layanan Pos Express. Layanan tersebut menjanjikan pengiriman hari ini besok sampai ke tempat tujuan. “Hari ini kirim, besok sampai ke tempat tujuan. Masyarakat kini tidak perlu khawatir terhadap molornya pengiriman paket,” imbuhnya.

Dijelaskan, pada Kantor Pos di seluruh kota Semarang melayani transaksi Pos Express sekitar 140 ribu transaksi. Total kantor pos dan agen pos Kota Semarang sebanyak 129. “Untuk menggenjot layanan tersebut, kami juga memperpanjang jam pelayanan di 12 kantor pos sampai pukul 00.00 dari sebelumnya pukul 17.00,” jelasnya.

Menurutnya, diperpanjangnya jam pelayanan tersebut untuk menjawab kebutuhan para pelaku bisnis online. Biasanya mereka terima order sampai pukul 17.00, dan setelah itu paket dibungkus dan kira-kira selesai hingga diatas pukul 18.00. “Kemudian mereka mengirim paket tersebut melalui Kantor Pos dengan layanan Pos Express. Besok harinya barang akan sampai ke pelanggan. Kecepatan dan ketepatan sangat dibutuhkan pengusaha untuk memuaskan pelanggan,” ungkapnya.

Transaksi barang melalui online, lanjutnya, diprediksi terus meningkat hingga 50 persen. Tahun lalu ada sekitar 7 juta masyarakat yang berbelanja via online. “Diprediksi bisa meningkat hingga 10-14 juta masyarakat yang berbelanja melalui media sosial. Trend ke depan berbelanja melalui internet masih akan bergairah karena menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Karena lebih praktis, mudah, tidak ada batas dan nyaman,” tandasnya. (aln/jpnn/smu)