Pernah Terperosok di Catwalk

407
ANANDA SUSILOWATI APC/JAWA POS RADAR SEMARANG
ANANDA SUSILOWATI APC/JAWA POS RADAR SEMARANG
ANANDA SUSILOWATI APC/JAWA POS RADAR SEMARANG

TERJUN di dunia model sudah menjadi cita-cita Nadya Anggy Pradisty sejak kecil. Gadis yang akrab disapa Nadya ini mengaku sudah mengikuti lomba modeling sejak masih duduk di bangku SMP. Sejumlah prestasi diraih. Puluhan piagam dan piala telah dikoleksinya.

Prestasi yang telah diraih di antaranya, juara I peragawati, juara II Lomba Putri Batik Kabupaten Semarang, juara II Top Model, dan juara II Cici dan Koko.

”Terkadang grogi sih kalau tampil dilihat banyak orang, tapi sekarang ya mulai terbiasa lah,” ujar gadis 18 tahun, putri pasangan Hendro Prasetyo dan Iin Indriyati ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Nadya mengakui, seorang model dituntut tampil cantik dan memiliki postur tubuh ideal. Ia sendiri kerap terkendala dalam mempertahankan bentuk tubuhnya. ”Jujur, saya ini paling susah menjaga pola makan dan kestabilan tubuh,” ucapnya sambil tersenyum.

Ditanya pengalaman mengesankan saat mengikuti lomba model, Nadya menyebut saat mengikuti lomba Putri Batik se-Kabupaten Semarang. Saat itu, Nadya merasa panggungnya ada yang aneh. Feeling-nya ternyata benar. Salah satu panggungnya ada yang berlubang, hingga high heels kanan sepatunya terperosok masuk ke dalam lubang catwalk tersebut.

”Untung saja saya bisa menjaga keseimbangan. Saat itu, saya tetap stay di depan, dan menjaga kondisi agar tetap baik dengan cara berpose dan mengundurkan kaki kanan yang terperosok tersebut,” kenangnya.

Pengalaman lainnya, saat Nadya bertemu dengan model Arzeti Bilbina sebagai juri lomba. Untuk obsesi ke depan, gadis yang tinggal di Perumahan Ungaran Baru Blok B No 12 ini ingin menjadi model profesional dan memiliki banyak prestasi. ”Mudah-mudahan juga ke depan bisa go international,” harapnya. (mg24/aro/ce1)