Kejari Klaim Kembalikan Rp 750 Juta

465
Evan Satriya. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Evan Satriya. (Joko Susanto/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang memprioritaskan pengembalian kerugian negara terhadap kasus dugaan korupsi yang sedang ditanganinya. Selama kurun waktu Januari-Mei 2015 cukup banyak kerugian negara yang berhasil diperoleh dari para pelaku Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana melalui Kasi Tindak Pidana Khusus (Tipidsus), Sutrisno Margi Utomo mengatakan, selama kurun waktu Januari-18 Mei 2015 sudah ada Rp 750 juta denda yang berhasil dibayar oleh para pelaku Tipikor dalam berkas SSBP (surat setoran bukan pajak) atau hasil dinas Pidsus Kejari Semarang.

”Denda tersebut meliputi Rp 50 juta atas nama Rudi Suwehardjo, Heru Widiatmoko, Ahmad Munip, Siti Markamah, Idris Imron, H. Adi Kuntoro, Antok Rianto, Rp 100 juta atas nama Susanto Wedi, dan Rp 300 juta atas nama Adi Mulyawan,” kata Sutrisno, Selasa (19/5).
Pengembalian denda oleh para pelaku tipikor tersebut, lanjut Sutrisno di antaranya dari kasus korupsi perkara asuransi fiktif tahun 2003 terhadap mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang dan dugaan korupsi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Cabang Semarang.

Selain denda ada juga pembayaran biaya perkara dari para pelaku tipikor, meliputi Rp 10 ribu atas nama Haedi Mulyawan, Rudi Soeharjo dan Rp 5 ribu atas nama Leonard Andi Soryono, Heru Widiatmoko, Ahmad Munip, Siti Markamah,Idris Imron, H. Adi Kuntoro, Anto Rianto,dan Lusiana Santoso dengan total Rp 57.500.

Sutrisno menyebutkan, hal itu masih dari denda dan biaya perkara terhadap kasus yang sudah disidangkan, ia menyebutkan masih ada penitipan uang kerugian negara atas kasus dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Cabang Semarang periode 2012–2013 dan kasus dugaan korupsi program Semarang Pesona Asia (SPA) 2017.

”Kasus Hibah KONI dengan tersangka DAS (Djody Aryo Setyawan) dan SH (Suhantoro) menitipkan uang kerugian negara Rp 17 juta dan Rp 50 juta sementara kasus SPA dengan tersangka Harini Krisnati menitipkan uang Rp 100 juta,” sebutnya.

Untuk denda dan pembayaran biaya perkara, lanjutnya akan disetorkan ke kas negara dan kas daerah sementara untuk uang penitipan kasus hibah KONI dan SPA masih di rekening penitipan kejaksaan. ”Uang tersebut nantinya akan dikembalikan ke kas negara dan ke kas daerah. Untuk uang penitipan memang belum disetor karena sifatnya penitipan,” katanya.

Kasubag Pembinaan Kejari Semarang, Evan Satriya menambahkan, mengenai adanya pengembalian kerugian negara diakui pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mewajibkan kepada para pelaku tipikor, pihaknya mengaku hanya bisa mengimbau pada para pelaku tipikor.
”Mengenai kerugian negara langkah akhir diserahkan ke Kasi Datun untuk digugat perdata. Sifatnya kami hanya bisa mengimbau saja kepada para pelaku tipikor. Namun dengan pelaku mengembalikan kerugian negara bisa menjadi pertimbangan dalam penuntutan jaksa,” imbuhnya. (bj/ric/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.