Masruhan Diperkirakan Terpilih Aklamasi

351
BUKA MUSWIL : Ketua DPP PPP, M Romahurmuziy memukul gong tanda dibukanya Muswil ke VII DPW PPP Jateng yang digelar di Hotel Santika Premiere, kemarin. (Miftahul ala/jawa pos radar semarang)
BUKA MUSWIL : Ketua DPP PPP, M Romahurmuziy memukul gong tanda dibukanya Muswil ke VII DPW PPP Jateng yang digelar di Hotel Santika Premiere, kemarin. (Miftahul ala/jawa pos radar semarang)

SEMARANG – Masruhan Samsurie diperkirakan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jateng. Nama Masruhan sudah menguat sejak awal Muswil ke VII yang digelar di Hotel Santika Premiere, Selasa (26/5). Pemilihan Ketua sendiri direncanakan baru akan digelar tengah malam.

Hingga pukul 21.00, agenda Muswil masih berupa pembacaan laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya. Sebelumnya, Ketua DPW PPP Jateng, Masruhan Samsurie mengatakan, untuk pemilihan ketua DPW bakal ditentukan tim formatur. Para kiai yang bakal memilih siapa yang pantas menjadi ketua DPW.

“Sejauh ini ada lima kandidat yang namanya bersaing. Yakni saya sendiri, Abdul Aziz (Bendahara DPW PPP Jateng); Abdul Sukur (Wakil Ketua DPW PPP Jateng); Imam Ghozali (Wakil Ketua DPRD Jepara) dan Yusuf Cahyono (PPP Kebumen),” ujar Masruhan yang menggantikan Ketua DPW sebelumnya, Arief Mudatsir Mandan yang meninggal dunia tersebut.

Jika Ketua hampir pasti dijabat Masruhan kembali, posisi Sekretaris justru menjadi seperti “kursi panas”. Sejumlah nama potensial yang diperkirakan menduduki jabatan tersebut diantaranya Abdul Aziz, M Ngainirrichadl, dan Abdul Sukur.

DPP PPP sendiri menargetkan Jateng harus bisa menang di tujuh daerah dalam pertarungan Pilkada desember mendatang. Target itu cukup realistis melihat ketujuh daerah itu merupakan basis utama partai berlambang Kabah tersebut. Meski begitu, untuk bisa memenangkan pilkada, PPP harus koalisi dengan parpol lain mengingat tidak bisa mengusung calon sendiri.

Ketua DPP PPP, M Romahurmuziy mengatakan, Jateng harus bekerja keras dalam pilkada. Target tujuh daerah adalah Kabupaten Rembang, Blora, Kota Pekalongan, Kendal, Kabupaten Semarang, Pemalang serta Purbalingga. “Jateng harus bisa menguasai tujuh daerah itu. Entah untuk kepala daerah atau wakilnya,” katanya usai membuka Muswil.

Gus Romi optimistis Jateng tetap bisa mengikuti pilkada Desember mendatang meski ada konfilik internal di tingkat pusat. Sebab, ia mengklaim jika muktamar hasil Surabaya dengan Ketum dirinya yang secara sah dan sudah diakui pemerintah. Pihaknya juga sudah menginstruksikan agar daerah melakukan konsolidasi dan koalisi untuk memenangkan pilkada. “Kalau memang konflik tidak bisa dirampungkan dan kembali ke Munas Bandung maka saya Sekjennya. Jadi kami optimistis tetap bisa ikut pilkada,” imbuhnya.

Terkait dengan dualisme kepemimpinan yang merambah ke daerah pun sangat disesalkan. Ia menilai konflik itu justru akan memecah dan menghancurkan partai jika tidak segera dihentikan. Apalagi kepengurusan PPP versi Djan Faridz yang ada di daerah belum matang. “Saya menyayangkan konflik merambah ke daerah. Saya sudah minta agar dualisme ini dihentikan,” tambahnya. (fth/ric)