Satpol PP Diduga Minta Jatah

811
RUANG PUBLIK : Kawasan Alun-alun Bung Karno di Kalirejo, Ungaran Timur, yang dilengkapi Pujasera setiap sore ramai dikunjungi masyarakat. Hanya saja para pengunjung kebanyakan membeli makanan di luar Pujasera, karena banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak di luar alun-alun. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
RUANG PUBLIK : Kawasan Alun-alun Bung Karno di Kalirejo, Ungaran Timur, yang dilengkapi Pujasera setiap sore ramai dikunjungi masyarakat. Hanya saja para pengunjung kebanyakan membeli makanan di luar Pujasera, karena banyak pedagang kaki lima yang membuka lapak di luar alun-alun. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Paguyuban Pedagang Pujasera Alun-alun Bung Karno (P3BK) Ungaran, mendesak Pemerintah Kabupaten Semarang tegas menertibkan puluhan pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di pintu masuk alun-alun. Sebab selain terkesan liar dan kumuh, keberadaan PKL tersebut sangat merugikan pedagang yang ada di dalam komplek Pujasera Alun-alun Bung Karno.

Bahkan ada indikasi keberadaan PKL tersebut sengaja dibiarkan oleh Satpol PP Kabupaten Semarang, sekalipun keberadaan mereka melanggar ketertiban. Tujuannya tidak lain untuk menarik upeti. Apalagi ada oknum Satpol PP yang juga kerap meminta jatah kepada pedagang saat akan melakukan penertiban. Kondisi itu jika terus-terusan dibiarkan maka akan merugikan pedagang di komplek Pujasera. Sehingga anggota P3BK mengancam akan menggelar aksi di kantor Satpol PP di Ungaran.

“Sekarang ini jumlah PKL di pintu masuk alun-alun sudah sekitar 40 PKL. Kami juga sudah mempertanyakan masalah ini pada Kepala Satpol PP dan janji akan menertibkan, tapi sampai sekarang tidak berjalan. Kami berencana akan menuntut masalah ini kepada Pak Bupati,” kata Ketua P3BK, Daryanto, Senin (29/6).

Dia menambahkan, ada oknum petugas Satpol PP yang meminta uang makan dari P3BK jika akan melakukan penertiban. Permintaan Satpol PP tersebut sempat diluluskan P3BK, namun Satpol justru minta lebih dengan alasan dana yang diberi tidak cukup. “Kami hanya minta Satpol PP tegas, benar-benar menertibkan sehingga tidak ada yang jualan di luar. Kalau masih ada yang jualan di luar tentu kami yang ada di dalam sepi pembeli,” tutur Daryanto.

Salah seorang pedagang lainnya, Kukuh, 40, warga Ungaran mengaku selama berjualan di Pujasera Alun-alun Bung Karno terus merugi. Sebab pengunjung tidak mau masuk ke kawasan Pujasera karena di luar Pujasera sudah banyak pedagang yang jualan dengan produk yang sama. “Kalau terus-terusan seperti ini tentu kami akan gulung tikar,” kata Kukuh.

Dia meminta Satpol PP segera menertibkan pedagang di sekitaran pintu masuk alun-alun. Pedagang sendiri telah memasang papan larangan berjualan secara swadaya dengan mengacu Perbup Semarang Nomor 84 Tahun 2014 pasal 6 Ayat 1. Perbup tersebut berisi larangan bagi semua pedagang untuk berjualan di area Alun-alun Bung Karno.

Sementara itu Kepala Satpol PP M. Risun, hingga sore kemarin, belum bisa dihubungi untuk dikonfirmasi terkait dugaan oknum Satpol PP minta jatah uang makan pada pedagang Pujasera. Saat dihubungi melalui telepon dan di kirimi pesan singkat, dia tidak menjawab. (tyo/ric)