Polres Salurkan Bantuan Korban Kebakaran

496
PEDULI : Kasubag Sumda AKP Sutomo menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Wonorejo, Kecamatan Guntur. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PEDULI : Kasubag Sumda AKP Sutomo menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Wonorejo, Kecamatan Guntur. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
PEDULI : Kasubag Sumda AKP Sutomo menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Desa Wonorejo, Kecamatan Guntur. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Polres Demak menyerahkan bantuan untuk korban bencana kebakaran di Dukuh Wotan, RT 9 RW 1, Desa Wonorejo, Kecamatan Guntur. Bantuan diserahkan langsung Kasubag Personel Sumberdaya (Sumda) Polres Demak, AKP Sutomo didampingi Kapolsek Guntur AKP Ketut Patra kepada Sriyanto, korban kebakaran.

Menurut AKP Sutomo, bantuan tersebut merupakan sebagian dari hasil pengelolaan zakat profesi para anggota Polres Demak. Dia mengatakan, dalam waktu dua bulan terakhir telah terjadi 4 kebakaran rumah di wilayah Demak. Antara lain, di Kecamatan Karangawen dua kali, di Kecamatan Mranggen satu kali kejadian dan satu kali kebakaran di Kecamatan Guntur tersebut.

Seperti diketahui, dalam kebakaran di rumah Sriyanto itu, api melumat seluruh isi rumah yang terbakar tersebut, termasuk menghanguskan 2 ekor sapi, 7 ekor kambing serta 1 ton gabah dan peralatan rumah tangga. Kerugian yang diderita korban mencapai Rp 200 juta.

Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik. Menurut AKP Sutomo, zakat profesi ini diambil dari 2,5 persen gaji bersih yang diterima. Penarikan zakat dimulai pada April 2015 lalu. Sedangkan, dana yang terkumpul untuk April sebesar Rp 30.945.240. Kemudian, Mei ada Rp 33.366.729 dan pada Juni terkumpul Rp 33.231.957. Karena itu, setiap bulan pihaknya menyetorkan zakat profesi anggota kepolisian tersebut ke Bazda Demak senilai Rp 5.650.000.

Menurutnya, hasil zakat itu, disetor ke Bazda 20 persen, untuk kemakmuran masjid Uswatun Hasanah Polres Demak 20 persen dan 60 persen dikelola untuk membantu sesama jika terjadi musibah, termasuk kebakaran, kekeringan dan bencana alam lainnya. “Ini sifatnya sosial untuk meringankan beban warga atau korban yang kena musibah,” katanya. (hib/ric)