Wali Kota Borong Ayam di RPU Penggaron

358
DICURHATI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dicurhati sejumlah pedagang daging ayam di RPU Penggaron, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DICURHATI: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dicurhati sejumlah pedagang daging ayam di RPU Penggaron, kemarin. (RIZAL KURNIAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri yang tinggal dua pekan lagi, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memantau sejumlah persiapan mudik, Kamis (2/7) kemarin. Mulai dari kesiapan pihak Stasiun Tawang, Terminal Penggaron, hingga mengecek kebutuhan daging unggas di Rumah Pemotongan Unggas (RPU) Penggaron.

Besama SKPD terkait dan Muspida Kota Semarang, Hendi, sapaan akrab wali kota, menuju Stasiun Tawang. Di sana wali kota melihat secara langsung sistem pembelian tiket baik secara langsung maupun online. Hendi juga menyempatkan diri mengobrol dengan sejumlah calon penumpang kereta api. Dia menanyakan seputar tujuan dan kendala yang dihadapi saat pembelian tiket.

”Untuk Stasiun Tawang persiapan yang dilakukan PT KAI berjalan dengan baik. Kita tadi juga dilihatkan simulasi pembelian tiket secara online. Termasuk terminal menaikkan dan menurunkan penumpang. Dan yang tak kalah penting adanya fasilitas pos kesehatan di dalam stasiun,” ujarnya.

Usai memantau Stasiun Tawang, wali kota menyempatkan diri mengikuti upacara pemakaman korban pesawat Hercules C-130 di Medan yang dimakamkan di Taman Makan Pahlawan Giri Tunggal, Semarang, sebelum melanjutkan pantauan ke Terminal Penggaron. ”Kegiatan arus mudik ini kan setiap thaun, Insya Allah sudah dipersiapkan secara matang, mudah-mudahan tahun ini bisa lancar dari tahun sebelumnya. Saya minta setiap titik pemberhentian angkutan baik terminal maupun stasiun, dilengkapi fasilitas seperti pos kesehatan,” tegasnya.

Sementara dalam pantauannya di RPU Penggaron, wali kota sempat berbincang dan mendapat keluhan dari sejumlah pedagang, ketika ingin masuk ke dalam gedung utama RPU. Hendi pun langsung responsif dan mengeluarkan uang untuk membeli sejumlah ayam yang ditawarkan pedagang secara langsung. Sejumlah pedagang pun langsung semringah ketika ayamnya diborong oleh wali kota.

Usai mengecek unggas di dalam gedung RPU, Hendi mengatakan, stok daging ayam atau unggas di RPU Penggaron mencukup hingga Lebaran. Hanya diakui pedagang masih mengeluhkan sepinya pembeli dibanding dengan puasa tahun lalu. ”RPU stok unggasnya sangat cukup. Hanya yang sedang dipikirkan pedagang kenapa pembeli kali ini berbeda tahun dengan tahun lalu. Tahun lalu separo puasa permintaan sudah sangat meningkat, tapi saat ini belum kelihatan,” katanya.

Wali kota berharap, mendekati Lebaran pada H-7 kebutuhan atau keinginan konsumen terhadap daging ayam ini mudah-mudahan akan semakin meningkat. Sehingga para pedagang bisa mendaptkan keuntungan yang lebih banyak.

Pedagang ayam atau unggas di RPU Penggaron mengeluhkan sepinya konsumen menjelang Lebaran. Biasanya pertengahan puasa jumlah pembeli sudah meningkat sangat tajam. Namun tahun ini dinilai masih terbilang biasa-biasa saja.

Sejumlah pedagang unggas mengeluhkan kondisi sepinya konsumen itu kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang pantauan di lokasi kemarin.

Saini, seorang pedagang mengatakan, pembeli masih sepi meskipun saat ini sudah memasuki pertengahan puasa. “Kalau harganya memang sudah ada kenaikan, tapi pembelinya masih biasa-biasa saja. Meskipun sudah ada peningkatan jumlah pembeli tapi tidak seperti tahun lalu. Kalau tahun lalu pertengahan puasa saja peningkatan penjualanya sudah mencapai dua kali lipat,” katanya.

Sulistyani, salah satu pedagang unggas mengatakan, menjelang Lebaran ini sudah terjadi kenaikan harga unggas. Dari yang semula harganya Rp 29.500 per ekor sekarang menjadi Rp 30.500 per ekor. Pertengahan puasa hingga Lebaran nanti diprediksi harganya akan naik terus. ”Lebaran tahun lalu harganya sampai Rp 33 ribu per ekor,” katanya.

Meskipun harganya naik, namun penjualannya juga tetap meningkat dibanding hari biasa. Disebutkan saat ini peningkatan penjualan sudah ada meski baru mencapai 30 persen. Sedangkan mendekati dan saat Lebaran nanti bisa meningkat mencapai dua kali lipat lebih. ”Pada hari biasa penjualan 1.440 ekor per hari. Saat Lebaran bisa naik sampai dua kali lipat karena rumah makan-rumah makan pada nyetok ayam,” katanya.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana, mengatakan, stok unggas di RPU Penggaron cukup selama puasa dan Lebaran. Setiap hari ketersediaan unggas di tempat ini mencapai 10 ribu ekor atau tujuh ton. Sesuai dengan kebutuhannya di Semarang yang per hari hampir sekitar 10 ribuan ekor unggas.

Menghadapi Lebaran ini diperkirkan permintaan unggas di RPU akan naik hingga 100 persen atau mencapai 14 ribu ekor. Diperkirakan kenaikan permintaan mulai terjadi pada H-7. Untuk memenuhi permintaan biasanya unggas dipasok dari sejumlah daerah seperti Kabupaten Semarang, Salatiga dan Kendal. ”Sedangkan untuk pengawasan kesehatan unggas, ada petugas di RPU yang mengecek setiap unggas yang masuk terutama dari luar daerah. Karena itu seharusnya semua unggas masuk di RPU ini,” katanya. (zal/aro/ce1)