Tak Beri THR, 2 Perusahaan Dilaporkan

331

PEKALONGAN – Akibat tidak memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) menjelang Lebaran, dua perusahaan di Kota Pekalongan dilaporkan ke Dinsosnakertrans oleh Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Pekalongan.

Wakil Koordinator Tim Advokasi SPN Kota Pekalongan, Arifianto, menjelaskan kedua perusahaan tersebut yakni Managarmen dan Mayafood. “Kami melaporkan keduanya, karena perusahaan itu dinilai tidak memiliki itikad baik untuk memberikan THR kepada karyawannya,” katanya Kamis (9/7) siang.

Ditambahkan pelaporan yang dilakukan oleh SPN Kota Pekalongan lantaran mediasi bipartid pada kedua perusahaan tersebut tidak menemui kesepakatan. “Mereka tidak memiliki itikad baik untuk membicarakan nominal besaran THR tersebut,” serunya.

Sehingga diindikasikan tidak ada niat baik untuk memberikan THR kepada karyawannya. Mereka juga paham, bahwa sebenarnya perusahaan tersebut juga mengalami masalah keuangan. Namun paling tidak akan ada omongan THR akan diberikan kepada karyawannya.

Pelaporan tersebut sudah dilakukan pada Rabu (8/7) ke Dinsosnakertrans Kota Pekalongan. Namun Kamis (9/7) Dinsosnakertrans langsung melakukan monitoring kepada dua perusahaan tersebut.

Sehingga pihaknya berharap setelah ada kunjungan, ada perubahan sikap dari kedua perusahaan tersebut. Misalnya seperti tahun kemarin THR Mayafood yang hanya Rp 600 ribu, paling tidak tahun ini ada perubahan atau naik. “Tahun kemarin kami maklumi karena katanya sedang adanya penurunan produksi,” ucapnya.

Ditegaskan sesuai aturan yang ada, seharusnya THR selambat-lambatnya diberikan H-7 Lebaran. Sehingga pihaknya mulai hari ini membuka posko pengaduan THR untuk para buruh di Kota Pekalongan.

Sementara itu Koordinator Posko THR, Suroto mengatakan, SPN selalu membuka posko pengaduan THR setiap tahun. “Jika buruh merasa haknya untuk dapat THR tidak diberi perusahaan bisa mengadu kepada kami,” ucapnya di Posko THR sekaligus markas SPN Kota Pekalongan di Jalan Jawa No 32 Pekalongan.

Ditambahkan, walaupun hanya 14 perusahaan dari 299 perusahaan di Pekalongan yang tergabung di SPN, pihaknya mempersilahkan buruh dari perusahaan lain untuk datang ke posko pengaduan.

Ditambahkan, sesuai Permen No 4 tahun 1994, ketika pekerja sudah lebih dari 1 tahun maka berhak mendapat 1 bulan gaji sesuai UMR. Sedang di bawah 12 bulan disesuaikan. Yang proposional dengan masa kerja. (han/ric)