Antisipasi Bolos, PNS Harus Absen Wajah

393

SALATIGA–Pemkot Salatiga semakin ketat dalam memantau kinerja aparaturnya. Untuk mengantisipasi PNS bolos kerja, kini Pemkot Salatiga menerapkan absen dengan menggunakan foto wajah yang terintegrasi ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

Hal itu diungkapkan Kepala BKD Pemkot Salatiga, Adhi Isnanto kepada wartawan, kemarin. “Kami menerapkan absen dengan foto wajah yang terintegrasi di BKD. Jadi kami bisa melihat siapa saja yang melanggar jam kerja PNS,” jelas Adhi di kantornya.

Dijelaskan dia, sistem absen yang lama hanya bertumpu di masing–masing dinas atau SKPD. Sementara dengan sistem terpusat, tidak ada lagi kelonggaran jam kerja, dan semua harus masuk mulai pukul 07.00 dan pulang pukul 15.30. “Misalnya ada apel yang dimolorkan, maka itu tidak akan ada lagi. Alat ini dibeli untuk semua unit baik dinas hingga ke kecamatan dan kelurahan,” imbuhnya.

Sementara itu terpisah, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menandaskan jika PNS jangan hanya mengejar waktu berangkat dan waktu pulang kerja saja. “Sedangkan dalam rentang waktu berangkat sampai dengan waktu pulang kerja, tidak menghasilkan apa-apa,” kata Yuliyanto dalam apel luar biasa awal tahun 2016 di Halaman Pemkot, Senin (4/1) kemarin.

Dalam apel yang dimulai tepat pukul 07.00 tersebut, Yuliyanto kembali mengingatkan seluruh PNS Pemkot Salatiga untuk selalu disiplin mulai dari ketepatan pemenuhan jam kerja sampai dengan disiplin kinerja serta disiplin tata kelola anggaran.

“Bagi aparatur yang sudah disiplin dalam ketiga aspek tersebut, mari dipertahankan. Bagi yang belum disiplin, tidak ada kompromi, harus dan wajib berdisiplin. Saya perintahkan seluruh aparatur mulai eselon 2 sampai staf untuk menindaklanjuti dengan langkah nyata,” kata wali kota di depan peserta apel.

Wali kota juga mengingatkan supaya berbagai kritikan hendaknya dijadikan penyemangat untuk meraih prestasi terbaik bagi masyarakat. “Aparatur pemerintah harus responsif dan konstruktif terhadap berbagai kritikan masyarakat. Jawablah kritik dengan melakukan inovasi, peningkatan kualitas pelayanan publik dan pelayanan birokrasi yang mudah dan cepat,” pungkasnya. (sas/ida)