Mayat Bayi di Sungai Kalipening

348

KENDAL—Warga Desa Jenarsaro, Kecamatan Gemuh digegerkan dengan penemuan sesosok mayat bayi di Sungai Kalipening. Bayi tersebut terlihat mengapung dengan kondisi sebagian tubuh yang sudah membusuk.

Bayi malang itu diduga hubugan gelap yang sengaja dibuang oleh orang tuanya. Sebab saat ditemukan kondisi bayi masih lengkap dengan tali pusar dan tanpa sehelai kain. Jasad orok itu kali pertama ditemukan oleh anak-anak yang sedang main di tepi sungai. Tepatnya di Jembatan Kalipening Desa Jenarsari. “Awalnya ponakan saya bersama anak-anak kampung lainnya sedang pergi mancing di Sungai Kalipening. Saat tengah asik mancing tiba-tiba nampak sosok putih mengambang dari hulu turun ke hilir,” ujar Agus Salim, warga setempat.

Semakin dekat, ternyata setelah diamati itu adalah sosok bayi yang masih utuh seperti saat baru dilahirkan. “Anak-anak tersebut terus lari ke rumah saya dan melaporkan jika ada bayi mengambang di sungai,” tutunrya.

Ia pun memastikannya dengan mengikuti anak-anak tersebut pergi ke sungai yang tak jauh dari rumahnya. setelah ia saksikan sendiri, ternyata betulan orok bayi yang dibuang oleh orang tuanya. Agus kemudian melapor ke pejabat desa setempat yang diteruskan ke Polsek dan Koramil.

Banyak warga yang penasaran dan berdatangan ke Kalipening untuk melihat dari dekat wujud orok bayi tersebut. Petugas yang tiba di lokasi secara bersama-sama mengangkat jasad bayi itu dari Kalipening ke atas daratan. “Polisi yang melakukan olah TKP dan pemeriksaan jasad bayi. Mungkin karena bentuknya masih kecil sehingga sulit dikenali jenis kelaminya. Diduga, bayi itu berusia dalam kandungan enam hingga tujuh bulan,” ungkap dia.

Suwarno, warga lainnya mengatakan warga Jenarsari sendiri tidak ada yang sedang ada masalah dengan kehamilannya. “Sepertinya bukan dari warga Jenarsari, kemungkinan dari daerah atas sehingga bisa sampai ke bawah sudah dalam kondisi tubuhnya mengapung,” katanya. (bud/zal)