Produksi Kopi Diprediksi Turun 25 Persen

414
GAYA HIDUP: Konsumsi kopi di Indonesia tiap tahun terus meningkat, sehingga pemerintah harus mampu menjaga produksi agar tidak perlu dilakukan impor. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAYA HIDUP: Konsumsi kopi di Indonesia tiap tahun terus meningkat, sehingga pemerintah harus mampu menjaga produksi agar tidak perlu dilakukan impor. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAYA HIDUP: Konsumsi kopi di Indonesia tiap tahun terus meningkat, sehingga pemerintah harus mampu menjaga produksi agar tidak perlu dilakukan impor. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAYA HIDUP: Konsumsi kopi di Indonesia tiap tahun terus meningkat, sehingga pemerintah harus mampu menjaga produksi agar tidak perlu dilakukan impor. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Produksi kopi Indonesia tahun ini diprediksi akan mengalami penurunan antara 20 – 25 persen dibanding produksi tahun 2015. Hal tersebut sebagai dampak dari fenomena alam El Nino.

“Tahun 2016 diperkirakan turun dari 11,5 juta karung menjadi 8 – 8,5 juta karung, atau turun dari 510 ribu ton pada 2015 menjadi sekitar 480 ribu ton,” ujar Wakil Ketua Asoasiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah, Moelyono Soesilo, kemarin (3/1).

Penurunan tersebut terjadi karena datangnya hujan yang terlambat sebagai akibat dari El Nino pada 2015 lalu. Yaitu yang diharapkan hujan turun pada September, ternyata justru baru mulai pada November.

Penurunan terbesar pada kopi jenis Robusta, yaitu 80 persen. Sedangkan untuk jenis Arabica penurunan sekitar 15 persen. Hal ini disebabkan area tumbuhnya kopi jenis Robusta yang berada pada dataran rendah, sedangkan Arabica pada dataran tinggi. “Kalau dataran tinggi meski tidak ada hujan, pagi hari masih terkena embun. Sehingga produksi kopi tidak terlalu turun. Seperti kopi-kopi yang tumbuh di Sumatra Utara, lokasinya di atas katulistiwa, jadi efek El Nino tidak terlalu terasa,” jelasnya.