Syal Kuning Penanda Tunarungu

394
PENANDA TUNARUNGU: Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Agustina Wilujeng, Santoso, dan Grace W Susanto saat menyosialisasikan syal kuning berlogo untuk penyandang tunarungu. (Istimewa)
PENANDA TUNARUNGU: Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Agustina Wilujeng, Santoso, dan Grace W Susanto saat menyosialisasikan syal kuning berlogo untuk penyandang tunarungu. (Istimewa)
PENANDA TUNARUNGU: Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Agustina Wilujeng, Santoso, dan Grace W Susanto saat menyosialisasikan syal kuning berlogo untuk penyandang tunarungu. (Istimewa)
PENANDA TUNARUNGU: Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu, Agustina Wilujeng, Santoso, dan Grace W Susanto saat menyosialisasikan syal kuning berlogo untuk penyandang tunarungu. (Istimewa)

SEMARANG – Para penyandang tunarungu meminta pemerintah membantu sosialisasi penggunaan syal kuning dengan logo khusus. Syal dengan logo yang berlaku secara internasional tersebut menjadi penanda tunarungu saat beraktivitas di luar rumah. Sehingga mereka terhindar dari hal-hal yang membahayakan.

Penggunaan syal kuning tersebut disosialisasikan pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Natal, dan Tahun Baru yang digelar Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gergatin) Jateng di Klub Merby belum lama ini. Ketua Gergatin Jateng Santoso mengatakan syal kuning menjadi penanda penyandang tunarungu. Sehingga saat mereka berada di jalan tidak ditabrak maupun berkali-kali diklakson pengendara lain. ”Ini juga berguna saat tunarungu menyeberang jalan. Kami meminta penggunaan syal disosialisasikan kepada masyarakat luas,” kata Santoso dalam paparannya yang disampaikan calon Wakil Wali Kota Semarang terpilih Ir Hj Hevearita Gunaryanti Rahayu.