Januari Rawan Bencana

432
READY: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek peralatan penanganan bencana milik Basarnas Kantor SAR Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
READY: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek peralatan penanganan bencana milik Basarnas Kantor SAR Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
READY: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek peralatan penanganan bencana milik Basarnas Kantor SAR Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
READY: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek peralatan penanganan bencana milik Basarnas Kantor SAR Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puncak musim penghujan yang diprediksi pada Januari ini, dikhawatirkan akan menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Jateng. Karena itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengimbau kapada seluruh warga untuk selalu waspada.

Pihaknya mengatakan, akan serius membawa Jateng menuju provinsi tangguh bencana. Untuk itu, perlu upaya dari berbagai pihak seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, relawan, dan pihak terkait lain untuk terus menekan Pengurangan Risiko Bencana (PRB).

”Syukur-syukur Jateng bisa menjadi pelopor dalam penanganan bencana,” ucapnya saat ditemui usai Apel Siaga Banjir dan Longsor di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Selasa (5/1) kemarin.

Dari data November 2015 hingga 5 Januari 2016, tercatat sebanyak 204 bencana terjadi di Jateng yang menewaskan empat warga, 37 rumah rusak berat, dan 80 rumah rusak ringan. Dari bencana itu, diperkirakan mengalami kerugian Rp 2,89 miliar. Yang paling sering adalah bencana tanah longsor, terjadi 94 kejadian yang memorak-porandakan 32 rumah penduduk.