Jateng–Jogja Bentuk Single Destination

2785

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng Prasetyo Aribowo berharap sinergi ini akan berjalan baik. Mengingat ke depan, pariwisata akan menjadi daya ungkit ekonomi yang kuat. ”Ini menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kunjungan. Terutama untuk mendorong target pemerintah mendatangkan 20 juta wisatawan asing pada 2019,” katanya.

Menurutnya, dengan MoU ini, biro perjalanan di Jateng dan DIJ bisa membawa para wisatawan berkunjung ke dua daerah. Travel agent Jogjakarta juga akan mengikuti fam trip ke Jateng. ”Jateng masih akan mengandalkan Borobudur dan menghidupkan lagi poros Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang),” ujarnya. Pada 2016 ini, Jateng menargetkan kedatangan 26 juta wisatawan nusantara dan 420 ribu wisatawan mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata DIJ Aris Riyanta menambahkan ASITA akan memberikan masukan ke Pemda terkait pengembangan pariwisata sesuai kebutuhan pasar. ”Target utama kami adalah wisatawan mancanegara dengan magnet Borobudur yang sudah mendunia,” paparnya.

DIJ juga akan menyinergikan paket wisata dengan event bertaraf nasional dan internasional yang dimiliki. Harapannya masa tinggal wisatawan menjadi meningkat.

Ketua ASITA Jateng Joko Suratno mengatakan dengan adanya MoU, biro perjalanan Jateng bisa jualan di Jogjakarta, begitu juga sebaliknya. Pihaknya juga siap menyusun paket wisata bersama. ”Sehingga Jawa punya daya saing dengan pulau lain untuk menarik wisatawan,” katanya.

Sementara Ketua ASITA DIY Udhi Sudhiyanto menyatakan Jateng dan Jogjakarta telah menjadi one destination. Dia akan mengajak sejumlah pemain inbond untuk mencari titik mana yang potensial dikerjasamakan. ”Jateng punya wisata alam yang luar biasa. Mulai Karimunjawa hingga Dieng. Sedangkan Jogjakarta heritage-nya kuat. Ini bisa digabungkan menjadi potensi yang besar,” tandasnya. (ric/ce1)