Ratusan Siswa SD Puisikan Anti Korupsi

379
PENUH PENGHAYATAN : Salah satu peserta dengan nomor urut satu membacakan puisi dengan lantang dalam lomba yang digelar untuk memperingati hari anti korupsi di Aula Kecamatan Pabelan kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUH PENGHAYATAN : Salah satu peserta dengan nomor urut satu membacakan puisi dengan lantang dalam lomba yang digelar untuk memperingati hari anti korupsi di Aula Kecamatan Pabelan kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUH PENGHAYATAN : Salah satu peserta dengan nomor urut satu membacakan puisi dengan lantang dalam lomba yang digelar untuk memperingati hari anti korupsi di Aula Kecamatan Pabelan kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENUH PENGHAYATAN : Salah satu peserta dengan nomor urut satu membacakan puisi dengan lantang dalam lomba yang digelar untuk memperingati hari anti korupsi di Aula Kecamatan Pabelan kemarin pagi. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Ratusan siswa-siswi sekolah dasar (SD) di Kabupaten Semarang menyuarakan anti korupsi lewat lomba membaca puisi yang digelar di Aula Kecamatan Pabelan, Selasa pagi (5/1) kemarin. Lomba dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi ini sengaja digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang bekerja sama dengan Badan Pekerja Nasional Indonesian Corruption Investigation (BPN ICI). Diikuti seluruh perwakilan SD se-Kabupaten Semarang.
Menurut Sodiq, Wakil Direktur Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Wadirpermas) dan Humas BPN ICI Jateng, kegiatan awal dilakukan dengan seleksi di tiap–tiap kecamatan, sebelum akhirnya dipilih beberapa perwakilan di babak final. “Ini ada 38 peserta yang mengikuti final lomba baca puisi saat ini. Kalau keseluruhan peserta yang mengikuti sejak awal ada ratusan,” jelasnya di sela–sela kegiatan.

Para peserta tampak sangat menghayati puisi yang dibacakan. Bahkan salah satu peserta, Firdaus, siswa kelas 3 SD Suruh membaca puisi dengan penghayatan yang sangat bagus. Selain itu, ia pun mengikuti lomba dengan menggunakan pakaian tradisional. “Sebelumnya dimotivasi oleh bu guru dalam membacakan puisi,” jelas dia usai naik pentas.