Tambak Ikan Tercemar Limbah Batik

810
TERCEMAR : Warga Desa Buaran saat menangkap ikan dari tambak yang masuk ke anak sungai di sebelah tambak ikan di Desa Jeruksari, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERCEMAR : Warga Desa Buaran saat menangkap ikan dari tambak yang masuk ke anak sungai di sebelah tambak ikan di Desa Jeruksari, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERCEMAR : Warga Desa Buaran saat menangkap ikan dari tambak yang masuk ke anak sungai di sebelah tambak ikan di Desa Jeruksari, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERCEMAR : Warga Desa Buaran saat menangkap ikan dari tambak yang masuk ke anak sungai di sebelah tambak ikan di Desa Jeruksari, Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Hujan deras selama dua hari terakhir, mengakibatkan Sungai Bremi di Desa Jeruksari dan Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan meluap. Air sungai yang tercemar limbah batik tersebut, akhirnya masuk ke tambak ikan yang ada di Desa Jeruksari.

Beragam jenis ikan nila, mujaher dan bandeng keluar dari tambak dan masuk ke anak sungai di sebelah tambak ikan. Melihat kondisi tersebut, puluhan warga mengambil ikan dari tambak tersebut dengan jaring.

Wasduri, 56, warga Desa/Kecamatan Buaran, Selasa (05/01) kemarin, ikut menjaring ikan di anak Sungai Bremi dan merasa senang karena mendapatkan ikan cukup banyak. Rencananya ikan hasil tangkapan tersebut akan dimakan, tidak untuk dijual. “Sebagian besar ikan dari tambak yang banjir, bukan dari anak sungai,” ungkap Wasduri.

Akibat banjir tersebut, pemilik tambak mengalami kerugian besar. Lantaran sebagian besar ikan akan dipanen pada awal Februari untuk menyambut Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari Minggu. Karena bencana ini, tak bisa lagi dipanen. Banyak yang mati dan hanyut ke anak sungai.