Angkutan Umum Masih Berlakukan Tarif Lama

327
SAFARI POLITIK: Rusmono Rudi Nuryawan (kanan) berfoto bersama Dewan Pakar DPP PKS Soeripto, baru-baru ini. (RUSMONO FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN-Kendati Pemerintah Pusat sudah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak Selasa (5/1) lalu mulai pukul 00.00, namun tarif angkutan umum di Kabupaten Semarang tidak serta merta turun mengikuti harga baru BBM.

Perlu diketahui, harga premium, semula Rp 7.400 per liter menjadi Rp 7.050 per liter. Solar dari Rp 6.900 turun menjadi Rp 5.650 per liter, pertalite Rp 8.250 menjadi Rp 7.900 per liter, pertamax Rp 8.750 menjadi Rp 8.600 dan pertamax plus dari Rp 9.750 per liter turun menjadi Rp 9.500 per liter.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Semarang, Hadi Mustofa mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada keputusan soal tarif baru angkutan umum setelah adanya penurunan harga BBM. Pihaknya masih menunggu petunjuk dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait kebijakan masalah tarif.

Hadi memprediksi penurunan tarif angkutan hanya akan terjadi pada angkutan umum berbahan bakar solar. “Perkiraan kami penyesuaian tarif hanya angkutan umum berbahan bakar solar. Kalau yang premium turunnya harga sedikit, saya kira tidak akan terlalu berpengaruh pada tarif angkutan,” kata dia, Rabu (6/1) kemarin.

Hadi sendiri berharap penurunan harga BBM diikuti dengan turunnya harga suku cadang kendaraan bermotor. Sebab, jika harga BBM turun lalu tarif angkutan ikut turun, sedangkan harga suku cadang tidak turun, maka biaya operasional angkutan masih tetap tinggi. Hadi juga mengeluh terkait tidak stabilnya harga BBM, karena harganya berubah-ubah dalam waktu yang singkat. “Kalau harga BBM berubah-ubah dalam waktu singkat, tentu kami bingung,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Semarang, Prayitno Sudaryanto menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan petunjuk dari Kemenhub maupun Pemprov Jateng soal tarif angkutan umum. “Kami masih menunggu petunjuk dari atas. Kalau sudah ada petunjuk, kami rapatkan bersama Organda, kemudian diberlakukan tarif baru,” pungkasnya. (tyo/ida)