Lulusan SMK Diusulkan Dapat Sertifikat

264

SEMARANG – Penggunaan sertifikat kompetensi bagi lulusan SMK diperlukan mengingat persaingan pada era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) semakin ketat. Adanya sertifikat diharapkan mampu memberikan nilai lebih bagi lulusan. Selain itu, guna menegaskan kemampuan yang dimiliki oleh lulusan SMK ketika menghadapi persaingan dunia kerja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jateng, Nur Hadi Amiyanto di sela-sela sosialisasi sertifikat profesi bagi lulusan dari Kementerian Pendidikan dan Riset Jerman, Senin (4/1). ”Lulusan SMK nanti bisa dapat ijazah dan sertifikat. Sehingga ketika mau ikut kuliah dia bisa mendapatkan ijazah dan kalau dia bekerja akan menggunakan sertifikatnya,” ujarnya.

Selain sertifikasi, pemerintah Jerman melalui Kementerian Pendidikan dan Riset membuka kesempatan pada warga Indonesia bekerja atau sekolah di Jerman. Kesempatan itu terbuka luas mengingat perkembangan demografi di Jerman berbeda dengan di tanah air.

Jika di Indonesia laju pertumbuhan penduduk terus meningkat, di Jerman malah sebaliknya. Angka pertumbuhan penduduk mengalami penurunan. Menurut pejabat Kementerian Pendidikan dan Riset Jerman Ralf Maier, masyarakat Jerman semakin menua dan jumlah lulusan sekolah mengalami penurunan.

”Kami kekurangan tenaga ahli terutama di bidang kedokteran, keperawatan, insinyur, dan ahli IT,” ujarnya. Ralf memperkirakan Jerman membutuhkan 400 ribu hingga 800 ribu imigran dari negara-negara di luar Uni Eropa.

Kesempatan tersebut terbuka bagi seluruh penduduk dunia, termasuk Indonesia untuk bekerja atau sekolah di Jerman. ”Tentu saja harus ada persyaratan yang harus dipenuhi,” katanya. Jika terkait dengan pekerjaan, Ralf mengatakan, sesuai dengan UU Pengakuan Jerman, setiap tenaga kerja yang ingin bekerja di Jerman harus lolos kualifikasi kerja.