Polisi Kembangkan Kasus Pencurian di Bagasi Pesawat

442

SEMARANG – Penyidikan terhadap seorang porter atau pegawai ground handling PT Gapura Angkasa bernama Priyo Adi Wicaksono, 21, masih terus dilakukan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Semarang Barat. Meski tersangka Priyo sempat menyebut beberapa nama rekan kerjanya, tetapi hingga kini polisi baru menetapkan satu orang tersangka terkait kasus pencurian barang di bagasi pesawat oleh oknum porter Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolsek Semarang Barat, Kompol Cahyo Widyatmoko, saat dihubungi Jateng Pos, Rabu (6/1). Menurut Cahyo, sejak awal kasus ini terungkap pihaknya hanya menerima pelimpahan satu orang pelaku yang ditangkap oleh Avsec Bandara Ahmad Yani Semarang terkait kasus pencurian barang di bagasi pesawat tersebut. Pernyataan tersebut sekaligus menjelaskan belum ada pemeriksaan terhadap orang bernama Eka yang sempat disebut oleh tersangka Priyo Adi.

”Kami baru menetapkan satu orang tersangka atas nama Priyo Adi Wicaksono yang diserahkan oleh petugas keamanan Bandara Ahmad Yani pada Selasa (29/12/2015) lalu. Saat pemeriksaan terdahulu memang ada satu orang lainnya. Tetapi itu bukanlah Eka, melainkan pacar dari tersangka Priyo Adi,” jelas Cahyo, kemarin.

Cahyo menegaskan bahwa pihaknya memang menerima beberapa nama yang sempat disebut-sebut oleh tersangka Priyo Adi. Setidaknya ada empat nama yang disebut oleh Priyo Adi dalam pemeriksaan. Empat nama tersebut merupakan rekan kerja Priyo di perusahaan ground handling Gapura Angkasa. ”Ada beberapa nama yang diduga juga melakukan aksi pencurian barang di bagasi pesawat. Nama-nama itu sudah kami serahkan ke pihak PT Gapura Angkasa dan PT Angkasa Pura 1 Kantor Cabang Bandara Ahmad Yani Semarang,” ungkapnya.

Diakui oleh Cahyo, terkait beberapa nama tersebut hanya disodorkan ke Gapura Angkasa dan pihak bandara. Selanjutnya pihak kepolisian akan terus melakukan koordinasi dengan petugas keamanan bandara terkait kasus ini. ”Hanya kami rekomendasikan ke pihak bandara dan perusahaan tempat kerjanya. Kami tetap berkoordinasi untuk mengembangkan kasus ini. Pengakuan dari tersangka saja tidak cukup dan diperlukan barang bukti,” terangnya terkait beberapa nama yang diduga terlibat aksi pencurian barang di bagasi pesawat.

Seperti di ketahui, pada 29 Desember 2015 lalu petugas keamanan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang bersama perusahaan ground handling PT Gapura Angkasa berhasil menangkap seorang porter bernama Priyo Adi Wicaksono. Hal itu menyusul usaha pihak perusahaan ground handling bagi pesawat Garuda tersebut untuk melakukan pengecekan apakah ada karyawannya yang nakal. Menurut GM PT Gapura Angkasa, I Made Kariada, pihaknya memang mengirim barang dari Jakarta ke Semarang. Barang berupa dua buah arloji merek Rolex tersebut diletakkan di tas berwarna hitam, tepatnya di bagian yang agak luar. Setelah melewati pengecekan barang di Bandara Soekarno-Hatta dan masuk ke perut pesawat telah dipastikan barang itu aman. Tetapi sesampainya di Bandara Ahmad Yani ternyata satu arloji hilang dari dalam tas. Begitu diselidiki ternyata barang tersebut diambil oleh Priyo Adi Wicaksono. ”Sudah kami periksa dan pelaku mengakuinya. Sekarang kami serahkan ke pihak polisi. Untuk sanksi, jika benar terbukti maka sanksinya jelas pemecatan,” tuturnya pada Senin (4/1) lalu di Bandara Ahmad Yani Semarang. (har/jpnn/zal/ce1)